Waspadai Serangan Stroke Ringan Menyerang Di Usia Muda

stroke ringan pada usia muda dapat terjadi akibat banyak faktor

Stroke pada umumnya terjadi pada orang dewasa diatas 50 tahun. Namun stroke juga bisa menimpa pada usia remaja. Remaja yang mengalami stroke sering memiliki satu atau lebih dari masalah medis yang mempengaruhi pembekuan darah dan stroke.

Faktor Penyebab Stroke Ringan Terjadi Pada Usia Muda

1. Anemia sel sabit

Anemia sel sabit adalah kondisi darah turunan dan menyebabkan penggumpalan darah yang disebabkan oleh proses disebut ‘sickling,’ atau perubahan karakteristik dalam bentuk sel-sel darah merah dalam menanggapi stres fisik seperti infeksi. Gumpalan darah ini dapat terbentuk di berbagai  bagian tubuh, apabila terjadi pada otak maka akan menyebabkan stroke. 

2. Kelainan pembuluh darah bawaan

Contohnya seperti aneurisma otak dan malformasi arteri mungkin bisa menyebabkan gumpalan, berdampak pada stroke iskemik, tetapi lebih cenderung akan pecah, menyebabkan stroke hemoragik.

3. Penyakit jantung atau malformasi jantung

Penyakit jantung bawaan biasanya didiagnosis pada usia dni. Untuk mengetahui kondisi pengaruh terhadap stroke atau tidak lebih baik memeriksakan secara teratur. Penyakit jantung dapat mengakibatkan detak jantung yang tidak teratur, masalah fungsi jantung atau serangan jantung, yang semuanya dapat menyebabkan stroke. 

4. Hipertensi

Adanya ketidakseimbangan hormon pada remaja dapat mengakibatkan adanya penyakit hipertensi. Hipertensi yang tidak diobati dapat mengganggu pembuluh darah dan dapat menyebabkan penyakit jantung atau stroke.

5. Infeksi

Infeksi yang berat dapat mengganggu sistem kekebalan tubuh dan sel-sel darah hingga dapat meningkatkan penggumpalan darah, serta mengakibatkan stroke, mungkin dapat terjadi. Cara terbaik untuk melindungi diri terhadap infeksi serius adalah untuk tetap mengikuti perkembangan imunisasi.

6. Migrain

salah satu penyebab stroke ringan di usia muda adalah sering mengalami migrain

Jarang terkait dengan stroke, tetapi remaja yang menderita migrain mengalami tingkat stroke sedikit lebih tinggi, dan harus melakukan evaluasi medis menyeluruh untuk menentukan apakah migrain benar hanya migrain ringan atau apakah sebenarnya itu adalah mini stroke.

7. Kanker

Meningkatkan pembentukan gumpalan darah akibat perubahan fisiologi tubuh dan juga sebagai konsekuensi dari beberapa pengobatan antikanker.

8. Kolesterol tinggi

Umumnya penyakit ini jarang terjadi pada remaja, tetapi ada beberapa gangguan metabolisme bawaan yang bisa menyebabkan kadar kolesterol darah naik, dan dapat menyebabkan penyakit jantung serta penyakit serebrovaskular, meningkatkan risiko stroke.

9. Terapi hormon, penggunaan steroid, pil KB, dan kehamilan remaja

Semua dapat mengubah hormon tubuh, fisiologi pembuluh darah dan fungsi pembekuan darah, meningkatkan risiko stroke.

10. Trauma kepala, gegar otak atau trauma berat lainnya

Adanya trauma kepala, gegar otak atau trauma berat lainnya menyebabkan gangguan dalam tubuh, dan berdampak pada stroke iskemik atau hemoragik bagi orang muda.

11. Obat-obatan

Penggunaan obat – obatan, rokok, minuman energi, pil kafein atau narkoba merupakan faktor-faktor risiko besar untuk stroke.

Jarang ditemui remaja mengidap penyakit stroke, tetapi hal ini bukan berarti kita tidak perlu memperhatikan kondisi kesehatan pada usia muda atau remaja. Para remaja mungkin tidak mengeluh terkait gejala-gejala penyakit. Apabila Anda mengalami gejala – gejala seperti dibawah ini, lebih baik untuk di bawa ke dokter untuk mengatisipasi atau pengobaan stroke selanjutnya. Agar belum terlambat dan tidak merusak saraf secara permanen. Berikut ini adalah gejala – gejalanya :

  • Nyeri kepala berat
  • Perubahan penglihatan
  • Lemas
  • Kebingungan
  • Kesulitan berbicara
  • Kesulitan dalam memahami
  • Tingkah laku yang tidak biasa
  • Penurunan kewaspadaan
  • Kesulitan berjalan
  • Keseimbangan yang buruk

Menurut penelitian dari jurnal Neroulogy menunjukan bahwa pada tahun 1999 hingga 2005 di Cincinnati, terjadi penurunan stroke pada usia 71 hingga 69 tahun, tetappi ada peningkatan 13 hingga 19 persen pada orang yang berumur antara 20 tahun hingga 54 tahun. Meskipun jumlah stroke mengalami penurunan tetapi ada kenaikan yang terjadi pada stroke di usia muda.

Masih ada perbedaan pendapat antara satu pihak dengan pihak lainnya. Tetapi data statistik di Amerika menunjukan stroke yang terjadi pada usia di bawah 45 tahun menyerang sekitar 7 hingga 15 orang per 100,000.

Cara Mencegah Terjadinya Gejala Stroke Ringan pada usia muda :

  • Menjaga berat badan agar tidak kelebihan dan dapat memicu terjadinya kolesterol tinggi, diabetes, hingga darah tinggi. 
  • Olahraga yang teratur untuk kesehatan tubuh Anda dan menjaga berat badan yang stabil. Olahraga juga mampu membakar lemak dan kalori, sehingga tidak terjadi penyumbatan pada pembuluh darah akibat lemak jenuh yang berkumpul.
  • Diet makan makanan rendah lemak, seperti buah-buahan, sayur-sayuran, dan gandum utuh.
  • Pantau tekanan darah Anda setiap saat, sehingga Anda tahu harus melakukan apa jika tekanan darah Anda tinggi. Cek juga tingkat kolesterol Anda.
  • Menghindari rokok, narkoba, dan alkohol.

Itulah beberapa penjelasan tentang stroke yang terjadi pada usia muda, semoga memberikan manfaat bagi para pembaca. Serta dapat menjadi langkah pencegahan sehingga mendorong semangat untuk hidup sehat. Karena penyakit tidak menyerang di usia tua saja melainkan usia menyerang diusia remaja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *