Tak Peduli Umur, Orang tua dan Anak Muda Berpotensi Alami Kebas

Kaki Kebas

Kebas atau kesemutan dapat menyerang siapa saja. Banyak orang berangapan bahwa kesemutan hanya dialami orang yang sudah lanjut usia. Menurut penelitian yang dilakukan perusahaan farmasi MERCK dan Klinik NENOIN mengungkapkan bahwa orang berusia 26-30 tahun memiliki potensi cukup besar untuk mengalaminya.

Hal ini disebabkan oleh gaya hidup yang statis perkotaan menjadi penyebab utama. Berdasarkan penelitian diatas kebiasaan seperti mengendarai kendaraan pribadi (58,2%), posisi duduk (53,7%) dan mengetik didepan komputer atau gadget (52,8%) menjadi penyumbang terbesar. Ditambah kurangnya aktivititas fisik serta pola makan yang tidak teratur membuat potensi mengalami kebas dan kesemutan semakin bertambah.

Pengertian Kebas

Pengertian kebas atau dalam bahasa medis disebut “parestesia” adalah rasa sakit yang timbul adalah seperti mati rasa atau kesemutan. Ada berbagai macam tingkatan rasa sakit, mulai dari yang paling rendah seperti hanya kesemutan sesaat, sensasi seperti “ditusuk jarum” hingga yang paling parah adalah sensasi terbakar.

Penyebab Terjadinya Kebas

Ada banyak hal yang menyebabkan terjadinya kesemutan. Dapat dipicu oleh kebiasaan sehari-hari, kelainan pada saraf tertentu hingga pola makan yang tidak sehat. Masih banyak yang menganggap itu bukanlah penyakit yang serius. Memang belum ada penelitian yang mengatakan bahwa hal tersebut dapat memicu penyakit serius seperti stroke, diabetes dan lainnya. Meskipun begitu penting untuk mengetahui apa saja penyebab terjadinya kebas adalah :

Kelainan Saraf

Kebas atau parestesia dapat terjadi karena adanya kelainan atau gangguan saraf pada bagian tubuh tertentu. Parestesia sering dikaitkan dengan neuropati. Namun terdapat perbedaan, neuropati hanya terjadi di daerah tangan dan kaki di bagian tepi sedangkan parestesia dapat terjadi hampir di semua bagian tubuh.

Carpal Tunnel Syndrome

Penekanan pada area tubuh tertentu mengakibatkan apa yang disebut penyakit lorong karpal atau Carpal Tunnel Syndrom. Gejala kerusakan saraf tepi ini biasanya terjadi di pergelangan tangan dan terjadi karena saraf median di dalam pergelangan karpal mengalami pembengkakan terasa kebas.

Kekurangan Vitamin 

Kekurangan vitamin B dapat menyebabkan kebas dan kesemutan. Hasil penelitian dari  Asian Journal of Medical Sciences 2018 mengatakan bahwa kombinasi vitamin B1, B12 dan B6 dapat meredakan gejala penyakit neurotropik seperti kebas dan kesemutan dapat berkurang hingga hilang setelah mengkonsumsi ketiga vitamin tersebut.

Efek Obat-Obatan

Kebas dan kesemutan juga dapat disebabkan oleh penggunaan obat-obatan. Menurut penelitian American Society Surgery For Hands of The Hand (ASSH) mengungkapkan bahwa efek samping obat kanker dapat menyebabkan sensasi mati rasa. Pada beberapa pasien hal ini dapat terjadi secara permanen dan sementara.

Kolestrol Tinggi Menyebabkan Kebas

Pola makan yang kurang sehat dan tidak teratur juga turut memberikan andil dalam terjadinya kebas. Kadar kolesterol tinggi dapat menyebabkan aliran darah menjadi kental dan kurang lancar sehingga menimbulkan gangguan pada saraf kaki dan menyebabkan parestesia. Umumnya terjadi pada tangan dan kaki.

Efek Dari Penyakit

efek dari penyakit

Penyebab kebas yang paling umum disebabkan oleh penyakit kronis. Meski tidak ada penelitian yang mengatakan bahwa parestesia menjadi penyebab utama terjadinya penyakit seperti stroke dan diabetes. Pada penderita kerap mengalami kebas sebagai gejala awal sebelum akhirnya berada pada fase kronis

Stroke Ringan

Pada penyakit tertentu seperti pada penyakit stroke ringan, fase gejala awal seperti kesemutan tiba-tiba, penglihatan menjadi kabur, atau bisa juga dengan tangan atau mulut yang terasa kebas seketika.

Diabetes

Diabetes menjadi salah satu penyebab utama terjadinya kebas. Menurut Persatuan Dokter Saraf Seluruh Indonesia (PERDOSSI) pada diabetes terjadi karena adanya kerusakan pada saraf diakibatkan oleh terlalu banyaknya kadar gula dalam darah. Sehingga gangguan pada saraf tepi yang rusak tidak bisa merasakan sensasi sentuhan, pada saat itulah terjadi.

Banyak yang menganggap sepele hal ini, namun justru berbahaya sebab ini merupakan gejala paling awal jika Anda mengalami diabetes. Salah satu cara untuk mengatasinya adalah dengan mengkonsumsi makanan sehat, menjaga pola makan dan mengatur kadar gula dalam darah secara rutin

Fibromylgia

Fibromylgia adalah penyakit kronis dimana kondisi penderitanya mengalami rasa sakit diseluruh tubuh. Penyakit ini diawali oleh rasa kesemutan, mati rasa hingga seperti terbakar di seluruh tubuh. 

Penyakit ini disebabkan oleh banyak faktor. Diantaranya adalah usia sekitar 30-50 tahun, adanya kelainan saraf dan faktor keturunan menjadi penyebab utama penyakit ini. Untuk dapat mendeteksi penyakit ini sebenarnya cukup sulit. Karena mempunyai kesamaan dengan gejala penyakit lain. Diagnosis yang umum terjadi jika mengalami  fibromylgia adalah mengalami gejala selama kurang lebih 12 minggu dan terjadi di 4-6 anggota tubuh secara bersamaan.

Hernia Nukleus Pulposus

Hernia Nukleus Pulposus atau yang lebih akrab disebut saraf kejepit adalah penyakit yang disebabkan oleh kebiasaan aktivitas berat yang dilakukan secara terus menerus. Sehingga bantalan saraf pada tulang belakang mengalami kerusakan. Menimbulkan rasa sakit seperti kram dan kesemutan. Pada beberapa kasus yang parah penderita merasakan mati rasa atau sensasi terbakar pada bagian punggung, bahu, tangan dan tungkai kaki

Ciri-ciri Kebas

Banyak yang menganggap bahwa kebas atau kesemutan bukan merupakan masalah berarti. Ini dikarenakan biasanya hanya terjadi beberapa saat saja dan sakit yang ditimbulkan tidak terlalu parah sehingga banyak yang mengabaikan rasa sakit tersebut. 

Ada baiknya jika mengetahui apa saja yang menjadi ciri-ciri ketika Anda mengalaminya, untuk dapat mengetahui tindakan apa saja yang tepat. Berikut adalah ciri-ciri yang dialami oleh penderita :

  • Terasa nyeri yang berlebihan 
  • Tubuh terasa lemas
  • Kehilangan keseimbangan tiba-tiba
  • Kesemutan saat sedang tidur
  • Cedera karena berolahraga
  • Mudah merasa lelah

Setelah memahami apa yang dimaksud dengan kebas, maka sebaiknya jika Anda mengalaminya segera konsultasikan dengan dokter terkait guna mendapatkan tindakan dan perawatan yang diperlukan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *