Mengenal Beberapa Jenis Tes Buta Warna

Tes Buta Warna

Banyak orang yang tidak menyadari jika dirinya sedang menderita buta warna. Buta warna merupakan salah satu gangguan yang terjadi pada penglihatan. Pada penderita buta warna, mata nya tidak lagi mampu mengenali warna secara jelas dan akurat Jika kamu merasakan kesulitan tersebut, alangkah baiknya jika melakukan tes buta warna sesegera mungkin.

Buta warna dibagi menjadi dua yaitu buta warna parsial dan total. Buta warna parsial merupakan kesulitan dalam membedakan sejumlah warna, seperti biru dan ungu, merah dan jingga. Sedangkan pada penderita buta warna total sama sekali tidak bisa melihat warna, semua warna yang dilihat oleh mata semua monokrom. 

Buta warna pada umumnya disebabkan oleh faktor genetika. Jika kamu memiliki orang tua menderita buta warna kemungkinan besar Kamu juga akan mengalaminya. Selain itu, buta warna juga disebabkan oleh sejumlah faktor, seperti kerusakan pada saraf optic, terkena paparan zat kimia, penyakit katarak, penuaan dan juga bagian otak yang berfungsi untuk mengenali warna mengalami kerusakan. 

5 Jenis Tes Buta Warna yang Bisa Dilakukan Sedini Mungkin

Ada beberapa jenis buta warna yang harus kamu ketahui dan lakukan untuk mendiagnosis  gangguan pada penglihatan, antara lain :

1. Tes Anomaloscope

Tes Buta Warna
Tes Anomaloscope untuk Buta Warna

Anomaloscope ini merupakan metode tes buta warna yang dilakukan dengan menggunakan alat seperti mikroskop. Pada saat menjalani pemeriksaan menggunakan anomaloscope, pasien akan diminta untuk melihat ke arah lingkaran. Dalam lingkaran tersebut dibagi dalam 2 warna, yaitu merah dan hijau di satu sisi dan kuning di sisi lainnya. Selanjutnya diminta untuk menekan tombol yang ada di alat tersebut. Jenis pemeriksaan anomaloscope termasuk ke dalam jenis tes parsial. Sehingga, pemeriksaan ini hanya bisa mendeteksi penyakit buta warna parsial merah hijau. 

2. Tes Ishihara

Tes Buta Warna
Tes Ishihara untuk Mata

Jenis tes buta warna yang satu ini merupakan pemeriksaan yang paling umum digunakan. Pada saat tes dilakukan, pasien akan dihadapkan pada gambar lingkaran yang terdiri dari banyak bentuk dan warna yang berbeda satu sama lain. kemudian pasien diminta untuk melihat gambar tersebut dengan menutup satu matanya. Jarak antara mata dan gambar berjarak kurang lebih 40 cm.

Jika dilihat bintik-bintik tersebut membentuk suatu angka atau huruf. Apabila mata pasien dalam keadaan normal, akan dengan mudah mengidentifikasi angka atau huruf yang tersembunyi tersebut. Sama dengan anomaloscope, ini juga hanya bisa mendiagnosis buta warna parsial merah-hijau.

3. Farnsworth-Munsell

Tes Buta Warna
Tes Mata Farnsworth-Munsell

Jenis pemeriksaan yang dapat dilakukan selanjutya adalah farnsworth-munsell. Tes ini dilakukan untuk menganalisis apakah pasien menyadari adanya perubahan warna yang sangat tipis, tes tersebut dilakukan menggunakan medium gambar lingkaran dalam jumlah yang banyak dan sejumlah gradasi warna.

4. Tes Penyusunan GRADASI WARNA

Tes Buta Warna
Tes Buta Warna Penyusunan

Jenis percobaan ini akan menitik beratkan pada analisa gradasi warna. Contohnya, pasien harus menyusun beberapa balok yang terdiri dari warna hijau muda-hijau tua.

5. Tes Cambridge

Tes Buta Warna
Jenis Tes Cambridge

Tes buta warna cambridge ini pengimplementasinya serupa dengan ishihara. Yaitu keduanya sama-sama meminta pasien untuk mengidentifikasikan huruf yang tersembunyi di dalam lingkaran penuh bintik warna berbeda.  Perbedaannya, tes ini menggunakan medium komputer atau kertas kartu. Selain itu, tes cambridge biasanya hanya berfokus pada satu huruf, yaitu C.

Itulah beberapa jenis tes buta warna yang harus kamu ketahui. Semoga informasi di atas bisa bermanfaat bagi pembaca semua. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *