Telapak Kaki Panas, Waspada Neuropati Perifer

Telapak Kaki Panas, Waspada Neuropati Perifer

Banyak yang beranggapan jika telapak kaki terasa panas dianggap sebagai masalah yang sepele. Namun, sebenarnya merupakan indikasi ada saraf pada telapak kaki kita yang sedang mengalami kerusakan.

Serabut saraf yang mengalami kerusakan mengirimkan sinyal ke otak berupa rasa nyeri, meskipun tidak ada bagian yang luka dari luar. Imbasnya area telapak kaki juga menjadi terlalu sensitif terhadap sentuhan. Kondisi ini sering menimbulkan rasa panas atau terbakar pada kaki.

Pengertian Neuropati

Di dalam dunia kesehatan, kerusakan saraf pada tubuh kita disebut neuropati perifer atau kerusakan pada saraf pembuluh halus. Neuropati perifer mempengaruhi saraf-saraf pada anggota gerak, seperti lengan, tungkai, tangan, kaki, dan jari. Saraf-saraf ini adalah bagian dari sistem saraf perifer yang berfungsi menghantarkan sinyal dari dan ke otak.

Hal ini disebabkan oleh Kadar gula darah yang tinggi dalam jangka waktu lama dapat mengakibatkan kerusakan pada serabut saraf di seluruh tubuh, seperti tungkai, kaki, peredaran darah, jantung, sistem pencernaan, dan saluran kemih

Kenali Gejalanya Jika Telapak Kaki Anda Terasa Panas

Ada beberapa gejala yang dapat timbul akibat neuropati. Telapak kaki yang terasa panas adalah salah satunya. Selain itu penyebab seperti cedera saat berolahraga, terlalu sering melakukan gerakan yang sama, kurangnya vitamin serta protein adalah sedikit penyebab terjadinya neuropati perifer.

Neuropati dapat menyerang siapa saja. Baik dari usia muda maupun tua. Bahkan terjadi pada ibu hamil dan anak-anak. Ada beberapa gejala yang menyebabkan telapak kaki panas terasa pada ibu hamil. Salah satu penyebab utamanya adalah perubahan hormon pada ibu hamil.

Namun, pada umumnya gejala neuropati perifer yang sering muncul pada ibu hamil umumnya sama dengan penderita lainnya.

Rasa panas yang dirasakan tidak sama antara penderita yang satu dengan yang lain. Ada yang merasakan panas yang ringan, ada juga yang berat. Sebaliknya, ada juga yang merasakan kakinya menjadi sering kesemutan, bahkan sebagian tidak dapat merasakan apa-apa lagi atau mati rasa. Kenali gejala-gejala awal yang terjadi pada penderita neuropati perifer sebagai berikut :

  1. kesemutan atau rasa seperti tertusuk-tusuk pada bagian yang mengalami gangguan.
  2. Rasa perih dan menyengat, biasanya pada bagian kaki dan tangan.
  3. Baal dan menurunnya kemampuan untuk merasakan rasa sakit.
  4. Pembengkakan kaki yang tidak dirasakan.
  5. Perubahan suhu tubuh, terutama di bagian kaki.
  6. Kehilangan keseimbangan atau koordinasi.
  7. Merasakan sakit dari stimulasi yang seharusnya tidak menimbulkan rasa sakit sama sekali.

Neuropatik Diabetes

Neuropati diabetik adalah salah satu jenis kerusakan saraf yang terjadi karena penyakit diabetes. Kadar gula darah yang tinggi dalam jangka waktu lama dapat mengakibatkan kerusakan pada serabut saraf di seluruh tubuh, seperti tungkai, kaki, peredaran darah, jantung, sistem pencernaan, dan saluran kemih. Neuropati diabetik termasuk komplikasi serius dari penyakit diabetes.

Telapak Kaki Panas Akibat Neuropati

Neuropati perifer pada penderita penyakit kronis seperti diabetes tipe 1 dan tipe lanjut biasa disebut neuropatik diabetes sungguh menyiksa penderitanya. Gejala nyeri merupakan keluhan yang umum dijumpai pada pasien dengan neuropati diabetika.

Gejala-Gejala Neuropatik Diabetes

Gejala-gejala yang timbul jika seorang pengidap diabetes merasakan telapak kaki terasa panas (neuropati perifer diabetes). Diantaranya adalah :

  1. Kram atau nyeri.
  2. Kehilangan keseimbangan dan koordinasi.
  3. Masalah serius pada kaki serius, seperti infeksi, nyeri sendi dan tulang, atau perubahan bentuk (deformitas).
  4. Kebas atau penurunan kemampuan merasakan sakit dan perubahan suhu.
  5. Kesemutan pada kaki bagian bawah, atau terasa panas.
  6. Refleks berkurang.
  7. Otot lemah.

Pada umumnya gejala yang ditimbulkan neuropatik diabetes sama seperti neuropati perifer lainnya. Namun, neuropatik diabetes dapat menyebabkan komplikasi terhadap penyakit berbahaya lainnya seperti Tumor, HIV/AIDS, Iskemia, Uremia dan Ataksia.

Gejala Panas Muncul Pada Malam Hari

Pada umumnya rasa panas yang terjadi pada telapak kaki muncul pada malam hari. Dokter spesialis saraf Dr. Manfaluthy Hakim  mengatakan hal ini mungkin disebabkan pada malam hari, otak biasanya sudah tidak terlalu terfokus dengan aktivitas yang dilakukan, makanya gejala neuropati lebih bisa dirasakan. Terutama apabila gejalanya belum terlalu parah, karena umumnya di malam hari lebih sering muncul.

Lebih lanjut mengatakan bahwa lebi dari 50% pasien yang mengidap neuropati perifer adalah orang yang melakukan gaya hidup yang kurang sehat. Diantaranya adalah terlalu lama berkendara, posisi duduk yang salah, menggunakan gadget/bermain game terlalu lama dan bagi wanita menggunakan sepatu hak tinggi.

Implikasi Penyakit Neuropati

Meskipun Neuropati Perifer dapat timbul akibat kebiasaan yang kita lakukan. Namun, Neuropati perifer juga dapat timbul akibat implikasi dari penyakit lain. Diantaranya adalah

  • Tumor

Karena kemunculan tumor dalam tubuh. Terdapat benjolan sehingga peredaran saraf menjadi terganggu dan mengakibatkan kerusakan saraf. Kemungkinan terjadinya neuropati perifer akan semakin besar jika tumor tumbuh di anggota tubuh yang memiliki banyak sistem saraf seperti tangan dan telapak kaki.

Karena kemunculan tumor dalam tubuh. Terdapat benjolan sehingga peredaran saraf menjadi terganggu dan mengakibatkan kerusakan saraf. Kemungkinan terjadinya neuropati perifer akan semakin besar jika tumor tumbuh di anggota tubuh yang memiliki banyak sistem saraf seperti tangan dan telapak kaki

  • Uremia

Yaitu penumpukan sisa-sisa metabolisme yang terjadi akibat kondisi gagal ginjal

  • Gangrene

Gangrene dapat terjadi pada pasien neuropati. Gangrene sendiri adalah kematian jaringan kulit dan jika terus berkembang dan semakin berbahaya dapat membuat kelumpuhan.

  • Iskemia

Suatu kondisi ketika jaringan kekurangan suplai darah yang menghambat aliran darah ke saraf yang dapat berakibat kerusakan saraf jangka panjang.

  • Infeksi Virus

Virus dan bakteri bisa menyebabkan neuropati perifer seperti pada penyakit sifilis, HIV dan AIDS

Diagnosa Penyakit Neuropati

Untuk dapat mengetahui apakah saraf kita mengalami kerusakan atau tidak. Para terduga penyakit neuropati perlu melakukan tes kesehatan. Tes yang diperlukan adalah :

  • Tes Elektromiografi (EMG)
  • Tes Velocity Konduksi Saraf (NVC)
  • Biopsi Saraf.

Tes diatas perlu dilakukan untuk meninjau sejauh mana penyakit menjangkiti pasien dan berkaitan dengan penanganan apa saja yang dibutuhkan oleh pasien.

Penanganan Pada Neuropati Perifer

Penanganan Pada Neuropati Perifer

Penanganan pada pasien neuropati perifer dapat dilakukan berdasarkan tingkat rasa nyeri yang dirasakan. Jika rasa nyeri yang dirasakan hanya berkisar pada kesemutan atau kebas sesaat maka penanganan yang dilakukan dapat dengan berolahraga dan istirahat yang cukup. Dengan begitu akan memberikan waktu bagi regenerasi saraf tepi untuk berangsur-angsur menghilangkan rasa sakit yang timbul

Namun, jika rasa nyeri yang dirasakan sudah cukup menyakitkan seperti nyeri terbakar, mati rasa dan infeksi maka dibutuhkan penanganan medis yang cukup serius, diantaranya adalah :

Menggunakan obat-obatan

Obat-obatan dapat digunakan dalam menangani rasa nyeri pada pasien neuropati. Namun perlu diingat bahwa obat-obatan seperti parasetamol, ibuprofen, anti-depresan dan anti-kejang hanya membantu meringankan rasa nyeri dan tidak dapat menyembuhkan secara total

Baca Juga : Obat Kebas Tradisional Vs Modern, Mana Lebih Baik?

Istirahat yang cukup

Istirahat yang cukup dapat membantu meringankan regenerasi sel saraf. Dengan begitu rasa nyeri yang timbul akibat neuropati akan berangsur berkurang

Berolahraga Secara Teratur

Olahraga teratur dapat mengurangi rasa nyeri bagi penderita neuropati. Namun bagi penderita neuropati kronis dianjurkan jangan melakukan olahraga yang terlalu berat.

Memperhatikan Kadar Gula Darah

Memperhatikan kondisi kesehatan adalah hal yang sangat penting. Bagi penderita penyakit neuropati perifer kronis harus mengendalikan kadar gula dalam darah untuk mengurangi rasa nyeri yang kadang timbul.

Menghubungi Dokter atau RS Terdekat

Meskipun terkesan tidak berbahaya, jika telapak kaki anda terasa panas bisa jadi itu merupakan salah satu gejala penyakit kronis seperti diabetes, stroke dan lainnya.

Hal terakhir yang dapat dilakukan jika anda merasakan nyeri/panas pada telapak kaki ataupun anggota tubuh lainnya adalah jangan ragu untuk berobat ke dokter. Dengan begitu maka kita dapat mengetahui apa sebenarnya penyakit yang kita alami dan bagaimana tindakan terbaik yang mesti dilakukan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *