Mengenal Sindrom Potter, Mulai Penyebab Hingga Pengobatannya

sindrom potter

Istilah sindrom potter memang masih asing di telinga masyarakat Indonesia. Sindrom ini sendiri merupakan kondisi langka berupa kelainan fisik pada bayi. Keberadaan sindrom ini bisa membuat bayi mengalami kecacatan atau kelainan fisik, terutama pada struktur wajah.

Bentuk Gangguan Sindrom Potter

sindrom potter
Kondisi Sindrom Potter yang Bisa Menyerang Bayi

Apabila mengalami sindrom ini, maka bayi akan memiliki kelainan pada struktur wajah mereka. Hal ini tentunya memerlukan penanganan yang intensif dari dokter. Pasalnya jika dibiarkan akan merambah menjadi penyakit yang lebih serius dan mengganggu tumbuh kembang bayi. 

Kelainan pada struktur wajah biasanya terjadi pada dagu tersembunyi, hidung pipih, lipatan kulit yang menutupi sudut mata (lipatan epicanthal). Selain itu juga membuat bentuk telinga menjadi abnormal. Kasus bayi mengalami sindrom potter terbilang langka dan sangat jarang ditemui. 

Penyebab Sindrom Potter 

Kelainan fisik yang terjadi akibat sindrom, disebabkan oleh air ketuban di dalam rahim terlalu sedikit. Jumlah air ketuban yang sedikit membuat kebutuhan janin selama masa kehamilan biasa disebut dengan oligohidramnion menjadi terganggu. Padahal air ketuban memiliki peran yang besar untuk janin. 

Penyebab sindrom potter adalah karena adanya kelainan pada ginjal dan saluran kemih janin, akibatnya produksi urine janin dan juga volume air ketuban sangat sedikit. Kelainan yang paling sering terjadi disebabkan oleh tidak terbentuknya ginjal dengan sempurna karena kelainan kromosom. 

1. Bocornya Membran Amnion 

Bocornya membran amnion menyebabkan air ketuban menjadi sangat sedikit. Hal ini terjadi karena cairan amnion keluar melalui lubang kecil pada membran amnion. Biasanya ini terjadi saat tahap akhir kehamilan tetapi seringkali terjadi pada saat mendekati persalinan.

2. Ketidaknormalan Janin 

Janin yang tidak memiliki ginjal atau memiliki ginjal abnormal (ginjal agenesis atau agenesis ginjal) bisa menurunkan produksi urine. Dampak dari permasalahan ini adalah cairan ketuban memiliki jumlah yang sangat sedikit.

Dampak Sindrom Bagi Tubuh Bayi

sindrom potter
Kelainan Fisik yang Bisa Terjadi Pada Bayi

Dampak sindrom potter yaitu bayi akan mengalami kelainan fisik. Kelainan tersebut seperti jarak mata lebih lebar, posisi telinga lebih rendah, dagu lebih kecil, adanya lipatan yang menutupi sudut mata dan pangkal hidung yang lebih lebar. Bayi dengan sindrom ini bisa mengalami kesulitan bernapas.

Kelainan bernapas terjadi karena paru-paru tidak berkembang dengan sempurna selama dalam kandungan akibat jumlah air ketuban terlalu sedikit. Sedangkan air ketuban itu sendiri sangat dibutuhkan untuk perkembangan dan juga pematangan paru-paru janin.  

Cara Mendiagnosis Sindrom Potter 

Gejala sindrom sudah mulai bisa terdiagnosis pada masa kehamilan melalui pemeriksaan USG. Tanda-tanda sindrom potter yang bisa terlihat saat USG adalah volume air ketuban yang sedikit, kelainan ginjal dan paru-paru serta kelainan wajah bayi. Terkadang kondisi ini baru bisa diketahui setelah bayi lahir. 

Jika ditemukan tanda-tanda tersebut dokter akan melakukan tes lanjutan. Tes lanjutan yang dilakukan adalah tes darah, tes genetik dan foto rontgen atau CT scan. Tes tersebut dilakukan untuk menentukan penyebab dan menilai seberapa parah kelainan yang dialami oleh janin. 

Pengobatan Medis yang Dianjurkan 

sindrom potter
Pemberian Alat Bantu Pernapasan untuk Bayi

1. Penggunaan Alat Bantu Napas

Pengobatan untuk sindrom potter yang pertama adalah menggunakan alat bantu nafas. Bayi yang mengalami sindrom ini biasanya memerlukan resusitasi saat lahir untuk membantu bernapas. Selain itu, bayi akan memerlukan alat bantu setelah dilahirkan sehingga perlu dirawat di ruang NICU.

2. Cuci Darah 

Bayi dengan sindrom potter seringkali juga memerlukan tindakan cuci darah (hemodialisis) secara berkala. Alasannya karena ginjal tidak bisa berfungsi dengan baik. Prosedur cuci darah akan terus dilakukan sampai ada pengobatan lain yang telah tersedia, misalnya transplantasi ginjal. 

3. Pemasangan Selang Makan 

Bayi yang mengalami sindrom potter biasanya juga membutuhkan pemberian susu melalui selang makan. Hal ini terjadi karena keterbatasan bayi dalam menyusu. Maka dari itu, pemasangan selang makan menjadi solusi.

Nah, itulah pembahasan mengenai sindrom potter, mulai dari penyebab hingga pengobatannya. Diharapkan penjelasan diatas bisa memberikan pengetahuan dan informasi mengenai sindrom ini. Semoga informasi yang didapatkan bisa bermanfaat untuk pembacanya. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *