Alami Kesemutan, Pahami Penyebab dan Menanganinya

Penyebab dan Cara Mengatasi Kesemutan

Kesemutan atau yang lebih dikenal bahasa medis sebagai Paresthesia. Menurut The National Institute of Neurological Disorders and Stroke setiap orang pernah mengalami paresthesia. Hal tersebut sangatlah wajar. Umumnya terjadi di area tangan dan kaki, namun tidak menutup kemungkinan terjadi di area wajah seperti bibir dan pipi.

Ada beberapa jenis kesemutan yang dapat terjadi secara temporer biasanya dipengaruhi oleh kebiasaan sehari-hari. Seperti duduk terlalu lama, berdiri terlalu lama dan posisi tidur yang tidak teratur.

Sehingga peredaran darah dan  jaringan saraf mengalami gangguan dan akhirnya terasa kesemutan. Pada fase temporer, rasa nyeri dapat hilang melalui jika penekanan pada area yang sakit dihentikan. Dengan kata lain melakukan relaksasi sehingga peredaran darah dan jaringan saraf menjadi lancar kembali.

Pada tahap yang lebih kronis penyebab umumnya disebabkan oleh penyakit seperti diabetes, gangguan saraf, dan adanya infeksi. Pada tahap ini, rasa nyeri dapat timbul secara tiba-tiba meskipun tidak dilakukan penekanan pada area yang dirasa.

Penyebab Terjadinya Kesemutan

Kesemutan sering dianggap sebagai hal yang sangat wajar terjadi pada manusia, meskipun tidak berbahaya pada fase awal ada beberapa penyebab yang menjadi faktor terjadinya paresthesia pada anggota tubuh anda. Ada baiknya anda memahami apa saja pemicu terjadinya sehingga meminimalisir potensi bahaya yang mungkin terjadi.

Kebiasaan Gaya Hidup Perkotaan

Hal ini dapat menjadi penyebab terjadinya kram pada fase-fase awal. Kebiasaan-kebiasaan seperti duduk di kantor terlalu lama, pola makan serta kurangnya aktfitas fisik menjadi faktor penyumbang terbesar terjadinya masalah seperti kesemutan dan sebagainya.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Merck Pharmaceuticals dari 900 responden yang mengikuti survey pria dan wanita berusia 30-50 tahun, di 6 kota besar (Jakarta, Bandung, Medan, Surabaya, Makasar dan Palembang).

Hampir 75% responden yang melakukan aktifitas kantor seperti duduk dan mengetik di laptop atau komputer sebanyak 64% mengaku mengalami kesemutan.

Sedangkan pada wanita 67% yang memakai sepatu hak tinggi mengatakan mengalami keluhan yang sama yaitu daerah pada kaki.

Hal ini dapat menjadi penyebab terjadinya kram pada fase-fase awal. Kebiasaan-kebiasaan seperti duduk di kantor terlalu lama, pola makan serta kurangnya aktfitas fisik menjadi faktor penyumbang terbesar terjadinya masalah seperti kesemutan dan sebagainya.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Merck Pharmaceuticals dari 900 responden yang mengikuti survey pria dan wanita berusia 30-50 tahun, di 6 kota besar (Jakarta, Bandung, Medan, Surabaya, Makasar dan Palembang).

Hampir 75% responden yang melakukan aktifitas kantor seperti duduk dan mengetik di laptop atau komputer sebanyak 64% mengaku mengalami kesemutan.

Sedangkan pada wanita 67% yang memakai sepatu hak tinggi mengatakan mengalami keluhan yang sama yaitu kesemutan pada kaki.

Kurangnya Pemanasan Saat Berolahraga

Aktifitas menjadi hal yang penting dalam menjaga tubuh kita agar tetap sehat. Kegiatan olahraga ringan seperti jogging, bersepeda serta senam sangat baik untuk mengurangi risiko terjadinya kram. Namun, jika anda hobi dalam melakukan olahraga yang membutuhkan aktifitas berat seperti bermain sepakbola, basket dll.

Maka sebaiknya melakukan pemanasan yang cukup. Sebab jika anda melakukan olahraga berat tanpa pemanasan maka kesemutan akan sangat mungkin terjadi. Ini terjadi karena otot sendi tidak mampu menopang beban tubuh kita. Selain itu kurang lancarnya peredaran darah dan jaringan saraf menjadi faktor pendukung terjadinya kebas saat berolahraga.

Kebiasaan Pola Tidur

Jika anda sering merasa kebas atau paresthesia pada tangan atau kaki ketika tidur. Maka ada yang salah dengan pola atau kebiasaan anda selama tidur. Menurut dr Susetyo Soewarno, SpKO Kepala Health and beauty clinic RS Jakarta mengatakan bahwa Tidur miring akan membuat tubuh terasa kaku, karena adanya penggunaan otot berlebihan di salah satu sisi bagian tubuh.

Herniated Disk

Hernia disk atau hernia tulang belakang terjadi akibat adanya ganjalan di tulang belakang sehingga menjepit saraf tulang belakang. Maka inilah yang biasa disebut dengan istilah saraf kejepit. Hal ini menyebabkan sakit pada tulang belakang dan dapat menyebabkan kesemutan pada kaki dan tangan.

Diabetes

Meskipun diabetes bukan merupakan penyebab utama terjadinya kesemutan. Ada banyak kasus yang menyebutkan penderita diabetes mengalami kram pada kaki dan tangan mereka. Hal ini disebabkan tingginya kadar glukosa dalam darah sehingga terjadi penyumbatan pada pembuluh darah serta jaringan saraf sehingga menyebabkan kebas.

Cara Mudah Mengatasi Kesemutan Pada Tangan dan Kaki

Cara Mudah Mengatasi Kesemutan Pada Tangan dan Kaki

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan guna mengatasi kesemutan pada tangan dan kaki. Diantaranya adalah :

  • Mengatur pola makan dan mengkonsumsi makanan sehat

Kesemutan dapat terjadi akibat kekurang vitamin B12 dan juga mengkonsumsi alkohol ataupun terpapar zat-zat kimia berbahaya. Untuk itu memperbaiki pola makan dan mengkonsumsi makanan-makanan berserat seperti pisang, alpukat dan sayur-sayuran hijau untuk mengurangi risiko.

  • Beristirahat Yang Cukup

Jika sering mengalami kesemutan, kemungkinan dikarenakan tubuh anda terlalu lelah ataupun melakukan pekerjaan yang cukup berat sehingga tidak bisa ditolerir oleh tubuh secara terus menerus. Maka salah satu cara mengatasinya adalah dengan berisitirahat dengan baik. Ini memberikan kesempatan bagi jaringan tubuh untuk meregenerasi sel-sel tubuh yang rusak akibat aktifitas yang anda lakukan.

  • Melakukan Pemanasan Sebelum Berolahraga/Aktifitas Berat

Ada baiknya anda melakukan pemanasan sebelum berolahraga. Hal ini membuat otot dan sendi anda tidak kaget pada saat melakukan olahraga maupun aktifitas berat lainnya.

  • Menggunakan Obat Neurotropik

Pada penyakit gangguan saraf tepi seperti neuropati perifer gejala awal berupa kram dan kesemutan. Pada fase yang lebih parah akan semakin terasa menyiksa. Rasa nyeri seperti ditusuk jarum, rasa kebas hingga telapak kaki terasa terbakar. Solusi yang dapat dilakukan adalah mengkonsumsi obat neurotropik untuk menghilangkan rasa sakit yang timbul akibat kram.

Namun, sebaiknya anda menggunakan obat tersebut dengan konsultasi resep dokter untuk mengontrol dosis yang diperlukan serta mengetahui seberapa jauh pengaruh kesemutan tersebut bagi kesehatan tubuh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *