Pola Hidup Perkotaan, Penyebab Terjadinya Kebas Tangan

Pola Hidup Perkotaan Sebabkan Kebas

Gaya hidup perkotaan menjadi salah satu faktor pemicu kebas tangan. Salah satunya yaitu pola makan seperti fast food atau Makanan cepat saji adalah contoh makanan yang mengandung kolestrol tinggi dan tidak memiliki kandungan gizi yang baik.

Makanan yang mengandung kolestrol tinggi dapat memicu terjadinya efek parestesia atau kebas

Kadar kolestrol tinggi berpotensi untuk menyumbat aliran darah sehingga menyebabkan adanya gangguan saraf yang menyebabkan kebas. Ditambah lagi pola makan yang tidak teratur serta konsumsi alkohol membuat risiko terjadinya kebas semakin besar.

Faktor Penyebab Kebas pada Tangan

Selain faktor pola makan, ada banyak faktor penyebab terjadinya kebas pada tangan. Diantaranya adalah :

Carpal Tunnel Syndrome

Biasa disebut sebagai sindrom terowongan karpal. Sindrom ini biasanya menyerang tangan dengan gejala kebas dan kesemutan. 

Ini terjadi karena saraf median mengalami inflamasi atau pembengkakan sehingga membentuk rasa sakit seperti terowongan sepanjang pergelangan tangan hingga ujung-ujung jari tangan.

Diabetes

Diabetes merupakan salah satu penyebab terjadinya kebas pada tangan dan sekitarnya. Diabetes adalah penyakit yang disebabkan oleh tingginya kadar gula dalam darah. 

Dengan kondisi tersebut membuat aliran pembuluh darah terganggu dan menyebabkan banyak terjadi gangguan saraf tepi.

Lebih lanjut gangguan saraf tepi inilah yang menjadi penyebab terjadinya kebas tangdn berkepanjangan. Gangguan saraf tepi ini dikenal sebagai penyakit neuropati perifer, biasanya terjadi di sekitar pinggir tangan bagian luar dan tepi kaki melingkar hingga area tumit.

Kebiasaan Sehari-hari

Selain disebabkan oleh gangguan saraf atau penyakit. Kebas pada tangan juga dapat disebabkan kebiasaan sehari-hari. Menurut riset yang dilakukan MERCK dan NENOIN menyebutkan bahwa tak hanya orang tua diatas 50 tahun saja yang terkena parestesia namun, pemuda berumur 20-30 tahunan memiliki risiko untuk mengalami kebas. Gaya hidup perkotaan yang statis seperti duduk terlalu lama, menyetir kendaraan hingga mengetik didepan laptop/komputer menjadi penyebab utamanya.

Penyakit Stroke

Pada penderita penyakit stroke ringan, gejala stroke awal yang sering ditemui adalah rasa kebas dan kesemutan yang dialami umumnya pada bagian tangan dan kaki. Penyakit stroke disebabkan adanya kerusakan dalam sel saraf yang pada akhirnya merusak sistem motorik pada anggota tubuh.

Konsumsi Alkohol

Gaya hidup perkotaan yang bebas membuat banyak orang mengkonsumsi alkohol. Konsumsi alkohol berlebihan dapat menyebabkan gangguan saraf hampir di seluruh area tubuh.

Gangguan saraf tersebut dapat menyebabkan berbagai macam penyakit kronis seperti stroke, liver, gagal ginjal dengan indikasi kram dan kebas sebagai gejala awalnya.

Untuk itu penting untuk membatasi konsumsi alkohol demi menjaga kesehatan tubuh. Berikut ini takaran konsumsi alkohol yang masih terbilang aman bagi kesehatan, sesuai dengan presentase kandungannya:

Kandungan alkoholTakaran per hari
5%Maksimal 350 mililiter
7%Maksimal 250 mililiter
12%Maksimal 150 mililiter
40%Maksimal 50 mililiter

Cara Menghilangkan Kebas

Kebas tangan dialami oleh siapa saja. Dapat terjadi secara temporer secara singkat sedangkan pada tahap akut kambuhan terjadi dalam jangka waktu yang lama. 

Ada berbagai macam cara yang dapat dilakukan untuk menghilangkan rasa yang dialami. Diantaranya adalah dengan cara-cara natural maupun dengan tindakan medis. Diantaranya dengan cara sebagai berikut :

Mengkonsumsi Makanan Sehat

Pepatah lama mengatakan bahwa “didalam tubuh yang kuat, terdapat jiwa yang sehat”. Hal ini berarti kesehatan diri berawal dari tubuh yang sehat. Tubuh yang sehat bisa didapat dari makan-makanan yang bergizi kaya akan serat dan vitamin. 

Untuk mencegah terjadinya kebas pada tangan dan bagian tubuh lain. Sebaiknya konsumsi makanan kaya vitamin B-1, B-6 dan B-12 yang biasanya terkandung dalam daging, ikan telur dan sayuran. Menurut penelitian yang dimuat oleh Healthline.com vitamin B kompleks dapat meregenerasi sel saraf yang mengalami kerusakan. Sehingga mengurangi risiko terjadinya kebas. 

Temulawak

Menurut penelitian yang diterbitkan oleh Sciencedirect.com pada 2013 mengatakan penggunaan saripati temulawak pada tahap awal dapat mengurangi rasa sakit akibat kebas. Lebih lanjut pada penggunaan secara rutin juga dapat mencegah terjadinya kebas pada tahap yang lebih serius.

Penggunaan Obat Neurotropik

Penggunaan vitamin B neurotropik dapat secara cepat meredakan nyeri kebas dan kesemutan. Namun perlu diperhatikan adalah dosis yang digunakan tidak boleh melebihi ambang batas harian yaitu sebanyak 200 miligram per hari. Karena penggunaan lebih dari itu dapat menyebabkan kerusakan saraf, mengingat dosis yang terlalu tinggi.

Berolahraga Secara Teratur

Cara ini adalah yang paling mudah dan murah untuk dilakukan. Kurangnya informasi kesehatan membuat banyak orang yang mengabaikan manfaat dari berolahraga. Gaya hidup perkotaan yang statis dan menyita waktu membuat masyarakat malas olahraga. 

Perlu diingat bahwa penyebab utama kebas tangan adalah kurangnya aktivitas fisik sehingga tangan dan kaki mengalami penekanan dan akibatnya mengalami kerusakan pada saraf dan akhirnya berujung kebas tangan dan kesemutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *