Kenali Beberapa Hal Penyebab Autis pada Anak

penyebab autis

Autis sering kali menyerang anak-anak, autis atau Autis Spectrum Disorder sendiri merupakan kelainan perkembangan dan neurologis  yang dimulai sejak anak baru dilahirkan dan bertahan hingga seumur hidup. Autis yang menyerang anak-anak bisa mempengaruhi anak dalam berinteraksi sosial, berperilaku dan berkomunikasi. Anak dengan autis juga akan mengalami kesulitan dalam berekspresi, baik di wajah, motorik, gerak tubuh maupun kata-kata. Bahkan akan memiliki kecenderungan melakukan hal yang sama secara berulang-ulang. Lalu, apa penyebab autis pada anak?

Gejala Anak Terkena Autis 

Gejala autis yang muncul sangat bervariasi dari ringan hingga berat. Biasanya mulai muncul sejak usia 1-2 tahun. Adapun gejalanya adalah lambat dalam belajar bicara, melakukan gerakan yang sama berulang kali, tidak peka dan bereaksi terhadap suara yang ada di sekitarnya, tidak merespons saat namanya dipanggil, susah fokus.

Selain itu juga kehilangan kemampuan berbahasa, tenang dan pasif, tidak suka dipeluk, lebih suka menyendiri, tidak peduli saat ada orang lain berbicara dengannya, sulit beradaptasi dengan perubahan rutinitas, kurang bisa berimajinasi dan sebagainya.

Penyebab Autis yang Menyerang Anak-anak 

Berikut ini merupakan beberapa hal yang dapat menyebabkan anak menderita autis:

1. Faktor Genetik 

penyebab autis
Salah Satu Penyebab Autis adalah Faktor Genetik

Menurut National Institute of Health, suatu keluarga yang mempunyai satu anak menderita autis akan memiliki peluang 1-20 kali lebih besar untuk melahirkan anak yang juga autis. Sebuah penelitian yang dilakukan kepada anak kembar juga menemukan fakta bahwa jika salah satu anak autis, kemungkinan besar saudara kembarnya juga memiliki gangguan yang sama.

Para ahli telah mengidentifikasi bahwa ada 20 gen yang bisa menyebabkan gangguan spektrum autis. Gen ini berperan penting dalam perkembangan dan pertumbuhan otak, serta cara se-sel otak berkomunikasi. 

2. Bayi Lahir Prematur

Penyebab autis selanjutnya adalah bayi yang lahir secara prematur atau lahir sebelum berusia 26 minggu. Memiliki risiko lebih besar untuk mengalami autis. Maka dari itu pada saat hamil harus menjaga kesehatan dan mengkonsumsi makanan sehat seperti sayur, buah, minum susu, dan sebagainya. Selain itu, juga sering periksa ke dokter minimal satu bulan sekali. 

3. Mengkonsumsi Obat-obatan 

penyebab autis
Konsumsi Obat Saat Hamil

Pada saat seorang wanita sedang hamil tidak diperbolehkan mengkonsumsi obat-obatan tertentu jika bukan rekomendasi dari dokter. Hal ini karena jika seorang bayi dalam kandungan terpapar obat-obatan tertentu akan memiliki risiko lebih besar mengalami autis. 

Obat-obatan tersebut termasuk thalidomide dan valproat. Thalidomide merupakan obat generasi lama yang biasanya dikonsumsi untuk mengatasi mual dan muntah selama kehamilan, kecemasan dan juga insomnia. Sedangkan obat valproat adalah obat yang dipakai   untuk penderita bipolar disorder dan gangguan mood.

4. Usia Orang Tua 

Usia orang tua yang sudah tua saat memiliki anak, berisiko lebih besar anak yang dilahirkan menderita autis. Perempuan usia 40 tahun memiliki risiko 50% mempunyai anak autis jika dibandingkan dengan perempuan berusia 20-29 tahun.

Penyebab autis ini memang belum diketahui secara pasti hubungannya dengan usia orang tua dengan autis. Sementara diduga karena terjadinya mutasi gen. 

5. Pestisida 

penyebab autis
Penyebab Autis Bisa dari Pestisida

Paparan pestisida yang tinggi ternyata juga dihubungkan dengan terjadinya autis pada anak. Beberapa penelitian yang dilakukan menemukan bahwa pestisida bisa mengganggu fungsi gen yang ada di sistem saraf pusat. Zat kimia dalam pestisida akan berdampak pada anak yang punya bakat autis. 

Nah, itulah 5 penyebab autis yang bisa menyerang anak-anak. Semoga penjelasan di atas bisa bermanfaat untuk pembaca semuanya. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *