Memahami Penyakit Tifus Mulai dari Gejala Hingga Cara Pencegahannya

penyakit tifus

Tifus merupakan penyakit yang sering menyerang manusia. Penyakit ini bisa menyerang anak-anak hingga orang dewasa. Selama ini banyak yang menganggap bahwa tifus dan tipes adalah sama padahal keduanya berbeda. Berikut ini merupakan informasi mengenai penyakit tifus selengkapnya.

Pengertian Tifus

penyakit tifus
Tifus Disebabkan Oleh Bakteri

Tifus atau demam tifoid merupakan penyakit yang terjadi karena adanya  infeksi yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi. Bakteri Salmonella typhi biasanya menyebar melalui makanan dan minuman yang telah terkontaminasi sebelumnya. Penyakit ini sering dialami oleh masyarakat di negara berkembang.

Penyakit tifus ini sangat berbahaya apabila tidak segera ditangani dengan baik. Proses penularannya juga sangat cepat. Infeksi demam tifoid ini biasanya terjadi dari makanan dan minuman yang terkontaminasi sejumlah kecil tinja yang mengandung bakteri. Selain itu, penularannya melalui urine. 

Gejala Penyakit yang Umum Muncul

penyakit tifus
Sakit Perut sebagai Salah Salah Satu Gejala Tifus

Munculnya penyakit ini juga ditandai dengan beberapa gejala yang sebelumnya dirasakan. Pada umumnya, gejala tifus mulai muncul pada satu hingga tiga minggu setelah tubuh terinfeksi bakteri. Gejala awal yang dirasakan adalah terjadinya demam tinggi, diare, sakit perut dan sakit kepala. 

Gejala penyakit tifoid lainnya adalah nyeri otot, lemas, lelah, berkeringat, batuk kering, sakit kepala, tidak enak badan. Selain itu juga terjadi penurunan berat badan, sakit perut, sering mengalami diare, muncul ruam pada kulit serta linglung. Jika kedapatan merasakan gejala tersebut segera periksa ke dokter.

Pencegahan dan Pengobatan Penyakit Tifus 

Penyakit tifus yang menyerang manusia sebenarnya bisa dicegah dengan melakukan beberapa cara diantaranya adalah:

1. Vaksinasi 

Pencegahan tifus yang pertama dapat dilakukan dengan melakukan vaksinasi. Vaksinasi tifus diberikan saat imunisasi dan kepada anak berusia dua tahun. Pemberian vaksinasi akan menimbulkan efek samping, seperti nyeri, mual, pusing, dan diare.

2. Merubah Pola Hidup 

Pola hidup yang sehat akan dapat menghindarkan kita dari resiko terkena tifus. Untuk itulah akan sangat dianjurkan untuk beralih ke gaya hidup yang sehat agar tidak terkena penyakit ini. Konsumsi makanan yang sehat, istirahat, dan olahraga adalah kunci agar tubuh tetap sehat. 

3. Menjaga Kebersihan Diri dan Lingkungan 

penyakit tifus
Biasakan Cuci Tangan Sebelum Makan

Munculnya tifus juga dapat disebabkan dari lingkungan yang kurang terjaga kebersihannya. Selain itu, kebiasaan seperti mencuci tangan sebelum makan juga bisa menurunkan resiko terkena penyakit ini. Oleh karena itu pastikan untuk memiliki lingkungan dan kebiasaan yang bersih. 

4. Terapi Antibiotik 

Proses terapi antibiotik dapat dilakukan ketika seseorang sudah terlanjur terkena tifus. Obat antibiotik yang bisa digunakan adalah ceftriaxone, ciprofloxacin dan azithromycin. Selain itu dibutuhkan istirahat yang cukup dan pola hidup sehat.

5. Konsultasi ke Dokter 

Pengobatan penyakit tifus yang terakhir adalah konsultasi ke dokter. Konsultasi ini sangat dianjurkan jika gejala yang dirasakan terasa semakin parah. Selain itu, konsultasi juga dapat dilakukan sebagai pencegahan agar menghindari aktivitas atau gaya hidup yang bisa menyebabkan penyakit ini. 

Itulah pembahasan tentang seluk beluk penyakit tifus mulai dari pengertian, gejala, penyebab, serta pencegahan dan pengobatan yang bisa dilakukan. Semoga informasi diatas bisa bermanfaat bagi pembaca. Jangan lupa jaga kebersihan diri dan lingkungan agar terhindar dari penyakit ini ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *