Pemanasan Sebelum Olahraga, Kurangi Risiko Kebas Kaki

pemanasan sebelum berolahraga kurangi risiko kebas kaki

Kram atau kebas kaki dapat timbul kapan saja, termasuk ketika sedang berolahraga. Walaupun  aktivitas olahraga memang dapat membuat badan sehat, namun jika tidak disertai dengan pemanasan yang baik dapat menimbulkan masalah.

Umumnya mengalami kebas atau kesemutan setelah berolahraga adalah hal yang wajar.  Pada fase awal rasa kesemutan biasanya hanya berlangsung sebentar sekitar 1-2 menit namun, pada fase yang lebih serius dapat berlangsung lebih lama dan dapat kambuh di kemudian hari.

Penyebab terbesarnya dikarenakan kurangnya pemanasan sebelum melakukan aktivitas olahraga yang cenderung berat. Namun, Selain itu ada banyak faktor yang dapat menyebabkan terjadinya kebas, antara lain :

Faktor Penyebab Kebas Kaki

Kekurangan Cairan Tubuh 

Meskipun tidak berolahraga, kita tetap memerlukan pasokan cairan yang mencukupi. Hal ini penting mengingat gaya hidup urban yang padat, membuat kita lupa untuk mengkonsumsi cairan yang dibutuhkan oleh tubuh. 

Kekurangan cairan dalam tubuh dapat membuat kinerja saraf dan otot menjadi lemah. Sehingga risiko untuk terjadinya kerusakan saraf penyebab kebas pada kaki menjadi sangat besar.

Aktivitas Sehari-Hari

Kegiatan sehari-hari juga dapat menjadi penyebab terjadinya kram dan kebas kaki. Menurut penelitian yang diselenggarakan oleh PERDOSSI (Persatuan Dokter Ahli Saraf Seluruh Indonesia) mengatakan bahwa kegiatan yang dilakukan berulang-ulang setiap hari seperti duduk terlalu lama, mengetik didepan komputer dan menyetir lebih dar 4-6 jam sehari dapat menyebabkan risiko terjadinya kebas.

Dan yang cukup mengejutkan adalah fakta bahwa penderita kebas atau kesemutan bukan hanya diderita oleh orang tua dan lansia saja. Remaja hingga orang dewasa berumur 15-30 tahun juga dapat terkena akibat kebiasaan sehari-hari ini.

Penyakit Kronis

Pada penyakit diabetes, stroke, carpal tunnel syndrome dan gejala neuropati perifer. Timbulnya gejala kebas dan kesemutan umum ditemui. Ini terjadi karena penyakit diatas merusak jaringan saraf di dalam tubuh.

Kerusakan saraf di daerah tangan dan kaki dapat mengganggu sensor motorik yang dirasakan oleh anggota tubuh. Hal inilah yang menjadi penyebab terjadinya kebas pada kaki dan tangan.

Kecelakaan atau Cedera Dapat Sebabkan Kebas

Selain karena kebiasaan dan penyakit kronis, kebas dan kesemutan juga dapat dirasakan orang pasca mengalami kecelakaan. Penyebabnya adalah luka kecelakaan seperti luka bakar, patah tulang, gegar otak serta cedera berat lainnya dapat menyebabkan kerusakan saraf yang dapat memicu gejala seperti kebas dan kesemutan.

Sama seperti kecelakaan, cedera akibat berolahraga juga dapat menyebabkan terjadinya kebas kaki. Aktivitas olahraga yang berat membuat otot dan sendi bekerja lebih keras. Hingga pada momen tertentu tidak dapat lagi menahan beban tubuh hingga terjadi cedera pada lutut (ligamen dan meniskus), engkel (metatarsal dan pergelangan kaki) dan varises dapat memicu terjadinya kebas. 

Hal ini disebabkan kerusakan sendi tentu akan mempengaruhi jaringan saraf yang ada dan mengganggu sensor motorik pada bagian tubuh tertentu dan akhirnya menyebabkan kebas.

Gejala Umum Yang Terjadi Jika Mengalami Kebas

gejala yang dialami jika kebas kaki

Gejala umum yang biasanya terjadi pada penderita kebas atau kesemutan terbagi pada dua fase. Yakni fase awal dan fase lanjut atau dalam kondisi yang lebih parah.

Rasa nyeri yang timbul pada kedua fase tersebut juga berbeda. Jika fase awal kebas hanya merasakan seperti kesemutan dan mati rasa selama beberapa saat dan sangat jarang terjadi. Biasanya disebabkan oleh kebiasaan sehari-hari seperti posisi tidur yang salah, duduk terlalu lama dan memakai sepatu hak pada wanita.

Pada fase yang lebih serius rasa nyeri yang muncul akan semakin parah. Seperti ditusuk-tusuk jarum, ada sensasi terbakar, hingga mati rasa hingga kelumpuhan. Gejala tersebut biasanya muncul diakibatkan oleh penyakit kronis seperti diabetes melitus, neuropati perifer hingga stroke.

Cara Menghilangkan Kebas

Ada berbagai cara yang dilakukan untuk menghilangkan kebas pada kaki. Beberapa diantaranya dapat berguna sebagai pencegahan maupun penanggulangan jika mengalaminya, diantaranya adalah : 

Obat Neurotropik

Cara yang paling ampuh dan cepat untuk meredakan kebas dan kesemutan adalah dengan mengkonsumsi obat neurotropik. Vitamin B kompleks (B1, B6 dan B12) terbukti secara klinis  mampu meredakan nyeri akibat kerusakan saraf secara seketika. 

Perlu diingat, meskipun dapat meredakan rasa sakit dengan cepat. Obat ini juga dapat menimbulkan efek samping bagi pemakainya. Alergi seperti gatal-gatal hingga konstipasi dapat timbul jika melebihi dosis yang dianjurkan, yaitu 200 miligram sehari.

Olahraga Teratur

Olahraga yang cukup dapat mengurangi risiko terjadinya kebas dan kesemutan. Jika diawal artikel disebutkan bahwa kebas dapat terjadi jika melakukan olahraga tanpa pemanasan yang cukup. Maka sebaiknya melakukan aktivitas olahraga sesuai dengan kebutuhan tubuh saja, tidak dengan melakukan olahraga dengan intensitas yang tinggi.

Menurut Spesialis Kedokteran Olahraga, dr Ade Tobing mengatakan gerakan aerobik serta peregangan otot dapat mengurangi kerusakan yang terjadi pada saraf-saraf pusat dan tepi. Diharapkan dengan melakukan gerakan tersebut dapat meminimalisir risiko terjadinya kebas dan kesemutan.

Obat Tradisional

Bagi orang yang memiliki alergi terhadap obat neurotropik yang menggunakan zat kimia dapat menggunakan obat tradisional seperti temulawak, kayu manis dan kulit manggis berguna sebagai zat antioksidan yang mampu mencegah terjadinya kesemutan dan kebas.

Manfaat lainnya adalah tidak ada efek samping yang ditimbulkan karena menggunakan bahan-bahan alami

Pola Makan

Pola makan yang tidak teratur serta makan-makanan Junk food juga berperan menyebabkan terjadinya kebas dan kesemutan. Menurut berbagai penelitian junk food memiliki kandungan kolestrol yang sangat tinggi. 

Kebiasaan mengkonsumsi junk food maka akan membuat kadar kolestrol dalam darah mencapai ambang batas normal yang dapat ditolerir tubuh kita. Hal ini dapat memicu terjadinya berbagai macam penyakit, salah satunya neuropati perifer disertai dengan gejala kebas dan kesemutan. 

Kadar kolestrol normal orang dewasa adalah adalah 160-200 miligram/dl. Selanjutnya 200-300 miligram/dl masuk dalam kategori yang masih dapat ditolerir tubuh. Jika sudah berada di angka 240 miligram/dl maka dapat memicu komplikasi penyakit kronis seperti serangan jantung, asam urat dan neuropati perifer disertai dengan gejala kebas kaki dan kesemutan. Oleh sebab itu penting untuk mengedepankan pola hidup sehat untuk mengurangi risiko terjadinya penyakit berbahaya lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *