Mengenal Lebih Jauh Tentang Spasmofilia

Gejala spasmofilia dapat muncul kepada siapa saja

Bagi Anda mungkin belum banyak yang mengenal tentang istilah Spasmofilia. Kondisi ini biasanya banyak menyerah para kalangan muda usia antara 14-35 tahun. Biasanya kondisi ini ditandai dengan kram atau kedutan di bagian tubuh tertentu yang diikuti dengan serangan kecemasan atau panik. 

Ini adalah suatu kondisi gangguan saraf motorik yang menunjukkan sensitivitas yang abnormal terhadap rangsangan elektrik ataupun mekanik. Salah satu penyebab utama terjadinya adalah kekurangan kalsium, diantaranya asupan kalsium yang rendah, diare, kekurangan vitamin D, kekurangan hormon paratiroid, kekurangan protein albumin, kekurangan protein, radang pankreas, gagal ginjal, dan infeksi berat menyeluruh. Atau juga bisa disebabkan juga karena pola makan yang tidak baik dan juga bisa disebabkan karena keturunan. 

Gejala Spasmofilia

Penderita biasanya memiliki gejala yang secara umum gejala fisik yang sering dialami yaitu adanya kekakuan pada otot, kedutan otot pada tangan ataupun kaki, kram otot pada lambung, punggung dan leher serta sesak di dada. Namun secara khusus, bentuk gejala yang dialami penderita tergantung pada organ tubuh yang terserang, seperti:

  • Jika yang terserang adalah bagian dada, maka akan mengalami kram di otot dada. Gejala yang dialami akan cenderung sama dengan penyakit jantung koroner, seperti nyeri dada di sebelah kiri, susah bernapas, detak jantung meningkat,hiperventilasi, dan berkeringat banyak.
  • Jika yang terserang otot leher, maka akan mengalami kaku di leher, nyeri kepala, mudah berkeringat, gelisah, depresi, dan kejang.
  • Jika yang terserang otot dinding perut, maka akan mengalami gejala yang mirip dengan sakit maag atau gastritis, seperti nafsu makan turun, nyeri di ulu hati, mual, dan muntah.

Secara psikis penderita akan mengalami panik dan rasa cemas. Hal tersebut karena penderita selalu berprasangka buruk dan merasa takut yang berlebihan. Mereka selalu berpikir bahwa hal yang mereka takutkan akan benar-benar terjadi. Akibatnya, mereka akan cenderung mengalami insomnia, tidur gelisah, dan mengalami mimpi buruk.

Diagnosis Pasien Spasmofilia

ada beberapa diagnosis yang terjadi pada penderita spasmofilia

Untuk mengecek kondisi suatu pasien apakah termasuk mengidap spasmofilia atau tidak bisa di lakukan rangkaian tes sebagai berikut :

  • Pemeriksaan dilakukan dengan cara menyentuh pipi atau memukul ringan 2 cm di depan Tragus telinga 
  • Selanjutnya dengan cara membuat iskemi di daerah lengan saat mengukur tekanan darah. Tes ini bertujuan untuk melihat rata-rata sistolik dan diastolik dengan mempertahankan tekanan darah tersebut beberapa menit;
  • Pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui kadar kalsium/magensium darah;
  • Pemeriksaan penunjang dengan EMG (elektromiografi). Pemeriksaan ini bergradasi sesuai dengan kadar kalsium dalam darah, yaitu : (1) Grade 1 : kedutan di sudut bibir, (2) Grade 2 : kedutan di hidung, (3) Grade 3. Pemeriksaan ini berkaitan dengan hiperventilasi (pernapasan yang cepat). Dan, tanpa pemeriksaan ini, diagnosis spasmofilia tidak dapat ditentukan.

Penderitanya disarankan untuk mendapatkan terapi obat antidepresan golongan serotonin (SSRI) yang merupakan obat pilihan pertama untuk gangguan cemas. Disarankan juga untuk penderita berkonsultasi dengan psikiater terdekat untuk mengatasi kondisi terkait panik dan cemas yang berlebihan.

Jika Anda ingin mengetahui kondisi tubuh Anda atau mengetahui kondisi keluarga Anda, apakah dikategorikan dengan spasmofilia bisa langsung datang ke dokter. Pengujian yang dilakukan seperti di atas akan lebih memberikan hasil yang akurat. Penderita juga bisa saja dilakukan rawat inap. Semua ini tergantung dengan hasil diagnosis dokter. Penderita disarankan untuk makan makanan yang banyak mengandung kalsium tinggi, seperti susu, telur, ikan, sayur, dan buah. Untuk mempercepat kesembuhan juga didukung dengan olahraga teratur  dan relaksasi dengan fisioterapi. Biasanya juga menderita akan diberikan obat penenang dan obat yang mengandung kalsium untuk mengatasi gangguan yang terjadi. 

Penderita juga disarankan untuk menjaga kondisi badan agar tidak terlalu lelah. Baik terkena AC, kehujanan atau tidak. Karena jika keadaan tubuh terlalu berat maka akan mengakibatkan stres. Hal ini akan menimbulkan gejalanya semakin memberat. Dan juga selalu berusahah berfikir positif pada setiap keadaan. Keadaan pikiran yang terlalu berat juga bisa mengakibatkan kondisi badan cepat lelah. Konsultasikan setiap keadaan kepada dokter supaya mendapat obat sesuai dengan dosisnya. 

Semoga informasi ini dapat memberikan Anda sedikit pengetahuan tentang spasmofilia. Dengan adanya informasi ini diharapkan Anda bisa mencegah ataupun mengambil langkah terbaik jika diketahui gejala  gejala yang ditimbulkan. Konsultasi dan dilakukan pengecekan ke dokter adalah salah satu langkah untuk memastikan apakah terkena ataupun tidak. Serta mengingatkan para pembaca untuk selalu mari menjaga kondisi tubuh dengan makan makanan yang sehat, olahraga teratur, minum air putih dan mengecek secara berkala kondisi badan. Selalu berpikiran positif juga salah satu upaya untuk menjaga psikis kita selalu sehat. Salam sehat selalu bagi kita semua.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *