Memahami Fase Menstruasi Serta Siklus Menstruasi pada Wanita

memahami fase menstruasi

Seorang wanita akan mulai menstruasi saat remaja. Munculnya menstruasi menandakan masa pubertas. Menstruasi merupakan hal yang wajar bagi wanita dan rutin muncul satu bulan sekali. Walaupun begitu, ternyata masih banyak yang belum memahami fase menstruasi serta siklusnya yang umum terjadi. 

Siklus menstruasi merupakan perubahan yang terjadi pada organ reproduksi wanita. Menstruasi terjadi ketika lapisan dinding rahim menebal luruh karena tidak ada pembuahan sel telur. Siklus menstruasi yang dialami setiap wanita pada dasarnya berbeda-beda, rata-rata siklus menstruasi adalah 28 hari.

Hormon yang Mempengaruhi Menstruasi 

memahami fase menstruasi
Ketahui Berbagai Hormon yang Berpengaruh dalam Menstruasi

Saat proses meluruhnya dinding rahim, terdapat beberapa hormon yang mempengaruhi fase menstruasi. Kelima hormon tersebut memiliki fungsi dan perannya masing-masing. Diantaranya adalah estrogen, progesteron, hormon luteinizing, hormon perangsang folikel, dan hormon pelepas gonadotropin.  

1. Estrogen    

Hormon estrogen ini bertugas untuk mengatur siklus dan memiliki peran dalam pertumbuhan lapisan rahim. Ketika sel telur tidak dibuahi maka kadar estrogen akan menurun. Saat itulah menstruasi dimulai. 

2. Progesteron 

Hormon progesteron memicu lapisan rahim menebal untuk mempersiapkannya sebelum masa kehamilan. Progesteron juga mencegah otot rahim berkontraksi yang berakibat sel telur tidak menempel. Ketika hamil, hormon progesteron akan merangsang tubuh supaya menciptakan pembuluh darah di lapisan rahim.

3. Hormon Luteinizing (LH) 

Hormon ini akan membantu merangsang ovarium untuk menghasilkan hormon estrogen. Saat fase menstruasi, lonjakan hormon luteinizing akan menyebabkan ovarium melepaskan sel telur selama fase ovulasi. Apabila terjadi pembuahan maka hormon luteinizing akan merangsang korpus luteum.

4. Hormon Perangsang Folikel 

Hormon perangsang folikel bisa membantu pertumbuhan folikel di ovarium dan juga melepaskan sel telur. Folikel tersebut akan menghasilkan estrogen dan progesteron dalam ovarium. Gunanya untuk menjaga siklus haid tetap teratur. 

5. Hormon Pelepas Gonadotropin 

Jenis hormon ini diproduksi oleh otak. Fungsinya adalah memberikan rangsangan pada tubuh untuk memproduksi hormon perangsang folikel dan luteinizing. Hormon ini juga menjadi hormon yang sangat berperan penting pada siklus menstruasi wanita. 

Memahami Fase Menstruasi pada Wanita 

Fase-fase dalam siklus menstruasi perlu dipahami oleh wanita. Pasalnya, setiap fase memiliki ciri dan tanda sendiri yang bisa dirasakan wanita. Selain itu, memahami fase menstruasi dapat memberikan perhitungan yang tepat bagi wanita mengenai siklus menstruasinya. 

1. Fase Menstruasi 

Tahap ini merupakan tahap pertama siklus tiap bulannya. Dimulai dengan sel telur dikeluarkan ovarium ketika tidak dibuahi. Fase ini membuat kadar estrogen dan progesteron menurun. Lapisan rahim akan luruh dan keluar dalam bentuk menstruasi. Vagina akan mengeluarkan darah, lendir dan jaringan rahim.

2. Fase Folikuler (Pra-ovulasi)

memahami fase menstruasi
Fase Pra Ovulasi pada Wanita

Pada hari pertama menstruasi hormon perangsang folikel akan meningkat. kondisi ini dimulai saat hipotalamus mengirimkan sinyal ke kelenjar pituitari dan melepas zat kimia seperti hormon pelepas gonadotropin. Hormon tersebut akan mendorong kelenjar hipofisis meningkatkan kadar hormon lutein dan FSH.

3. Fase Ovulasi 

Fase ini ditandai dengan meningkatnya kadar estrogen selama fase folikel dan memicu kelenjar melepaskan hormon luteinizing. Biasanya fase ini terjadi pada dua minggu atau lebih sebelum menstruasi. Ovulasi merupakan proses ketika ovarium melepaskan satu sel telur yang matang.

Sel telur akan bergerak ke tuba falopi menuju rahim untuk dibuahi oleh sperma.  Pada fase ovulasi merupakan satu-satunya kesempatan terbaik dari seluruh fase untuk hamil. Sel telur memiliki masa hidup selama 24 jam sebelum bertemu sperma.  Setelah 24 jam, sel telur yang tidak dibuahi akan mati.

4. Fase Luteal 

memahami fase menstruasi
Fase Luteal yang Merupakan Fase Terakhir

Ketika folikel melepaskan telur akan membuat perubahan bentuk menjadi korpus luteum. Korpus luteum selanjutnya akan melepaskan hormon progesteron dan estrogen. Peningkatan hormon berfungsi untuk menjaga lapisan rahim tebal dan siap untuk ditanamkan telur yang telah dibuahi.

Itulah informasi yang harus disimak seputar memahami fase menstruasi serta jenis hormon yang terlibat didalamnya. Semoga informasi ini bisa bermanfaat bagi para pembaca semuanya. Jangan lupa untuk selalu menjaga kesehatan Anda ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *