Kram Perut Datang Tiba-Tiba, Atasi Dengan Cara Mudah Ini

Kram Perut Secara Tiba-Tiba

Gejala kram perut ditandai dengan rasa nyeri teramat sangat yang muncul tiba-tiba hingga dapat berkembang secara bertahap dan menjadi sangat berbahaya bila tidak segera ditangani. Rasa sakitnya dapat dirasakan dengan pola bergelombang dengan interval tertentu.

Meskipun bukan merupakan penyakit serius, namun bagi anda yang memiliki riwayat penyakit serius sebaiknya memantau perkembangan jika terjadi kram secara tiba-tiba.

Penyebab Kram di Perut

Penyebab Kram Perut

Umumnya terjadi pada wanita yang sedang mengalami menstruasi atau dalam masa kehamilan. Perlu diwaspadai juga beberapa penyebab lainnya diantaranya adalah :

  • Anovulasi

Sesekali, tubuh mengalami perubahan hormonal yang terkait dengan PMS, tetapi jika Anda tidak benar-benar melepaskan sel telur dalam bulan itu, Anda tidak mendapatkan menstruasi. Kondisi seperti ini disebut anovulasi dan dapat memicu menyebabkan terjadinya kram.

  • Kehamilan

Banyak gejala kehamilan awal termasuk nyeri payudara, perubahan suasana hati, kelelahan, dan kram pada perut adalah gejala yang sama yang sering Anda alami dari bulan ke bulan selama haid Anda.

  • Kondisi tiroid

Tiroid adalah kelenjar kecil berbentuk kupu-kupu di leher, mengatur banyak fungsi tubuh termasuk metabolisme dan siklus haid pada wanita. Ini dapat menyebabkan terjadinya kram, umumnya terjadi pada wanita.

  • Alat Kontrasepsi Hormonal

Salah satu efek samping yang sangat umum dari alat kontrasepsi hormonal adalah tidak mengalami menstruasi. Dikarenakan mencegah kehamilan dengan alat kontrasepsi hormon dengan mengencerkan endometrium, sehingga Anda tidak mengalami haid.

Sementara kontrasepsi IUD tidak membuat Anda haid, pil KB menghasilkan aliran atau flek yang ringan. Jadi, Anda, kata Shepherd, mungkin merasakan gejala-gejala haid seperti myeri payudara bahkan tanpa periode yang berat dan penuh.

  • Stres

Stres adalah alasan umum untuk hal tersebut. Seperti yang kita ketahui kondisi pikiran kita dapat mempengaruhi kondisi fisik. Fenomena ini disebut psikosomatis. Kondisi pikiran seperti stres, kecemasan berlebih hingga depresi dapat membuat tubuh mengalami kontraksi dan memberikan dampak seperti kram, mual, pusing dan sebagainya.

  • Dehidrasi

Kekurangan cairan tubuh juga mampu menyebabkan kram. Otot-otot tubuh termasuk otot perut tidak mampu berfungsi secara optimal sehingga memicu terjadinya kram ketika terjadi kontraksi di otot perut.

  • Radang Usus

Selain karena faktor penyebab seperti kehamilan, menstruasi dan stres. Kram usus juga dapat disebabkan oleh penyakit seperti radang usus. Hal ini dapat terjadi karena terdapat peradangan pada sistem pencernaan sehingga menyebabkan kontraksi yang memicu rasa kram di perut.

  • Infeksi Saluran Kemih

Infeksi saluran kemih dapat menyebabkan kram perut. Hal ini dapat terjadi akibat bakteri E.coli yang membuat saluran kemih menjadi infeksi. Ketika infeksi terjadi, saluran kemih menjadi tidak lancar dan menyebabkan kram apabila saluran kemih semakin parah.

Cara Mengatasi Kram Perut

Cara Mengatasi Kram Perut

Ada banyak gejala kram pada perut yang harus Anda ketahui. Ada beberapa gejala yang menjadi faktor penyebab kram yang terjadi yaitu mual, muntah, peningkatan buang air kecil, hingga merasa kan nyeri di bagian tubuh lainnya.

Ada banyak pula cara untuk mengatasinya. Anda perlu memperhatikan aktivitas serta konsumsi makanan serta minuman apa saja untuk menghindar Berikut langkah-langkah yang Anda dapat lakukan :

  • Minum air putih, minum air putih yang cukup dapat mencegah terjadinya kram pada perut Anda. Menjaga hidrasi tubuh juga penting untuk perkembangan metabolisme tubuh.
  • Hindari konsumsi kafein, alkohol, dan minuman berkarbonasi yang dapat memperparah kram serta meningkatkan risiko terjadinya kram pada perut.
  • Beberapa perawatan sederhana seperti menggunakan handuk panas sebagai pereda rasa kram dapat dilakukan. Kompreslah bagian perut yang kram dengan handuk panas yang sudah diperas airnya.

Baca Juga : Pola Hidup Perkotaan, Sebabkan Terjadinya Kebas

  • Olahraga, Menjalani gaya hidup sehat seperti ┬áberolahraga rutin atau melakukan aktivitas fisik secara teratur tentunya juga dapat membantu menghilangkan timbulnya rasa kram di perut.
  • Istirahat yang cukup, istirahat yang cukup juga dapat mengurangi kemungkinan terkena kram.
  • Makanan sehat dan berserat, makanan menjadi salah satu faktor yang penting dalam mencegah terjadinya kram perut. Jika pencernaan Anda lancar maka tidak akan terjadi penumpukan makanan dalam perut. Penumpukan makanan tersebut nantinya akan membentuk gas yang menyebabkan kontraksi otot pada perut.

Obat Yang Aman Untuk Kram

Meskipun bukan digolongkan sebagai penyakit serius, perut kram dapat menyiksa penderitanya. Apalagi jika kram sudah berlangsung secara lama dan semakin parah dari waktu ke waktu. Ada beberapa obat yang dapat digunakan untuk mengurangi rasa sakit tersebut, namun tidak semuanya aman dikonsumsi tubuh Anda.

Ada obat herbal dan obat-obat farmasi yang dapat digunakan. Berikut kami akan membahas obat apa saja yang aman dikonsumsi untuk meredakan sakit akibat kram di perut.

Baca Juga : Obat Kebas Tradisional vs Obat Kebas Modern, Mana Lebih Baik?

Obat Pereda Rasa Sakit

Obat pereda rasa sakit seperti parasetamol dan ibuprofen dapat dikonsumsi untuk mengurangi rasa sakit akibat kram. Namun yang perlu diperhatikan adalah dosis obat pereda rasa sakit harus sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Sebaiknya penggunaan nya harus dibawah pengamatan resep dokter.

Bahan Alami

Selain Menggunakan obat-obatan guna meredakan rasa sakit akibat kram perut. Beberapa cara alternatif seperti menggunakan bahan alami dapat di pertimbangkan.

Kayu Manis

Kayu manis mengandung antioksidan yang dapat membantu mengurangi risiko iritasi dan kerusakan pada saluran pencernaan. Beberapa antioksidan yang terkandung adalah eugenol, cinnamaldehyde, dan linalool.

Manfaat kayu manis antara lain dapat membantu mengurangi sendawa, perut begah, kembung, dan kram. Kayu manis juga dapat menetralisir asam lambung untuk mengurangi rasa mulas dan gangguan pencernaan.

Cengkeh

Cengkeh mengandung zat yang membantu mengurangi gas di lambung dan meningkatkan sekresi lambung. Ini dapat mempercepat pencernaan yang lambat, yang dapat mengurangi tekanan dan kram.

Air Kelapa

Minum 2 gelas air kelapa setiap secara rutin dapat menjadi solusi yang aman dalam meredakan kram yang terjadi. Hal ini karena air kelapa mengandung kalium dan magnesium yang tinggi, yang dapat mengurangi meredakan gejala sakit perut, termasuk kram.

Kapulaga

Salah satu manfaat tanaman kapulaga adalah mencegah dan mengatasi penyakit infeksi penyakit dalam. Hal ini disebabkan karena dalam kapulaga terdapat zat yang berperan sebagai antimikroba, yang berarti dapat melawan bakteri tertentu dan jamur penyebab penyakit. Dalam kasus ini kapulaga dapat mencegah terjadinya infeksi saluran kemih yang dapat berisiko menyebabkan kram.

Selain menggunakan obat herbal sebagai alternatif mengatasi kram perut. Hal terakhir yang dapat dilakukan adalah melakukan konsultasi ke dokter terkait penyakit yang dirasakan. Meskipun tergolong penyakit ringan dan tidak berbahaya, jika terlalu lama kemungkinan ada indikasi penyakit yang lebih serius dan membutuhkan penanganan yang tepat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *