Kram Kaki Gejala Awal Penyakit Kronis

Cara Cepat Atasi Kram Kaki

Pengertian Kram

Kram sendiri adalah suatu kejadian dimana terjadi kontraksi antara otot berlangsung selama beberapa detik atau menit dan umumnya terjadi di bagian kaki. Kram kaki biasanya muncul secara tiba-tiba serta orang dalam kondisi sehat sekalipun dapat mengalami kram otot.

Pada umumnya manusia menggerakkan ototnya pada setiap gerakan tubuh. Bahkan saat kita tidak melakukan kegiatan apapun. Setiap terjadi gerakan ada kontraksi yang terjadi pada otot. Otot yang berada di bawah kendali kesadaran kita (otot rangka) juga bisa kram. Kram di ekstermitas (anggota gerak), terutama tungkai kaki, kaki dan sepanjang betis sangat sering terjadi.

Tanpa kita sadari otot-otot tersebut mengalami kontraksi atau yang biasa disebut spasme. Jika daya spasme lebih besar dari kemampuan otot untuk berkontraksi. Maka pada saat itulah otot kita mengalami apa yang disebut kram.

Penyebab Kram Pada Kaki

Ada banyak faktor yang dapat menjadi penyebab terjadinya kram pada otot kaki, diantaranya adalah :

  1. Kurang Pemanasan Sebelum berolahraga, Cedera akibat berolahraga dapat membuat otot menjadi kram.
  2. Kekurangan Cairan, Cairan tubuh sangat penting untuk menjaga metabolisme tubuh serta masa otot. Kekurangan cairan tubuh dapat membuat otot lemas dan memicu kram.
  3. Efek Samping Obat Tertentu, Mengonsumsi obat tertentu bisa memicu berbagai efek samping. Konsumsi obat-obatan seperti steroid, statin, diuretik, obat antisikotik juga dapat memicu timbulnya kram pada dosis tertentu.
  4. Kelelahan, dengan banyaknya kegiatan yang dilakukan serta forsir berlebihan terhadap  otot sehingga mengalami kontraksi dan berakibat kram.
  5. Kehamilan, Wanita pada masa kehamilan cenderung mengalami kram pada anggota tubuhnya. Hal ini dikarenakan beban pada kandungan yang membuat massa otot wanita hamil mengalami kontraksi yang berlebihan dan berakibat kram.
  6. Kekurangan Vitamin, Penyebab lain yang dapat menimbulkan kram kaki adalah kekurangan vitamin seperti : kalsium, kalium, magnesium, vitamin B, vitamin d dan vitamin e.

Kaitan Kram Dengan Penyakit Lainnya

Meskipun bukan tergolong sebagai penyakit berat, namun beberapa kondisi penyakit yang sering disertai kram kaki. Seperti penyakit parkinson, gangguan otot pada tubuh (miopati),  ganguan saraf (neuropati), radikulopati, dan gangguan motor neuron.

Meskipun ada kaitan antara kram dengan penyakit kronis namun selama tidak disertai dengan gejala lain seperti tremor, otot yang mengecil, rasa kebas, kesemutan, nyeri yang menjalar, kelemahan pada tungkai, kecil kemungkinan mengalami kondisi di atas.

Menurut Cory Fisher, salah satu dokter pengobatan keluarga dari RS Cleveland Clinic mengatakan bahwa efek kram pada penyakit kronis diatas bukan merupakan penyebab utamanya. Efek kram yang terjadi hanya karena efek samping.

Kram Kaki Saat Tidur atau Nocturnal Leg Cramp

Nocturnal Leg Cramps

Siapapun pasti pernah mengalami kram kaki pada malam hari atau yang disebut Nocturnal Leg Cramp. Umumnya, orang yang mengalami fenomena ini umumnya orang tua diatas 50 tahun namun tidak menutup kemungkinan pada usia yang lebih muda pernah mengalami hal ini.

Menurut Christopher Hogrefe, M.D., asisten profesor bedah ortopedi di Northwestern Medicine mengatakan meskipun tidak ada penyebab pastinya. Lebih lanjut iya mengatakan kemungkinan ada penyebab struktural, seperti kaki datar atau masalah sirkulasi darah,  duduk yang terlalu lama, atau duduk dalam posisi yang tidak semestinya, sehingga membuat sirkulasi darah pada kaki tidak lancar.

Pencegahan Yang Dapat Dilakukan Terhadap Nocturnal Leg Cramp

Seperti yang telah dibahas diatas, meskipun tidak ada penyebab pasti atas nocturnal leg cramp. Kita tetap dapat bisa mencegah kram kaki dengan melakukan :

  • Minum air yang banyak untuk menghindari dehidrasi, setidaknya 1-2 liter sehari.
  • Lakukan peregangan/stretching ringan untuk melemaskan otot kaki selama beberapa menit sebelum Anda pergi tidur.
  • Gunakan sepatu atau alas kaki yang nyaman saat beraktivitas.
  • Lepaskan selimut/bed cover yang menutupi kaki Anda
  • Melakukan olahraga ringan dan secara teratur
  • Jangan lupa pemanasan saat memulai olahraga dan pendinginan setelahnya selesai berolahraga
  • Menjaga pola makan dan mengurangi makan-makanan berlemak.

Asam Urat Dapat Menimbulkan Kram Kaki?

Menurut dr. Yan William, kadar asam urat dalam darah yang tinggi memang tidak secara langsung berpengaruh terhadap kram pada kaki. Namun, jika terjadi penyumbatan pada arteri yang menyebabkan adanya peradangan sendi yang disebut Gout Artritis. Hal itulah yang dapat menyebabkan kram pada kaki dan anggota tubuh lain.

Untuk itu kita perlu memperhatikan kadar asam urat dalam diri kita yakni tidak melebihi 7 mg/dL di dalam darah. Jika melebihi itu, maka kemungkinan berpotensi untuk terjadinya penyumbatan dan peradangan pada sendi.

Penyebabnya terutama adalah konsumsi makanan yang mengandung purin tinggi, misalnya seafood, kacang-kacangan, daging merah, atau jeroan hewan. Selain itu, konsumsi alkohol, efek samping obat, genetik (bawaan), dan penyakit lain seperti gangguan ginjal, diabetes, hipertensi, obesitas, kolesterol, serta osteoarthritis pun meningkatkan risiko seseorang mengalami hiperuricemia.

Sendi yang paling sering mengalami peradangan akibat hiperuricemia paling sering adalah sendi yang berukuran kecil, misalnya jari tangan ataupun kaki. Inilah yang membuat kita merasakan kram pada kaki maupun tangan

Obat-Obatan Yang Mampu Mengatasi Kram Kaki

Obat Kram Kaki

Ada banyak cara mengatasi kram pada kaki, salah satunya dengan mengubah kebiasaan-kebiasaan yang membuat kita mengalami kram. Sebagai contoh apabila anda mengalami kram pada saat berolahraga, maka anda mungkin perlu melakukan pemanasan sehingga otot kaki tidak tegang dan mengalami kram kaki.

Namun jika, kram kaki sudah berangsur terlalu lama, maka anda bisa menggunakan obat-obatan untuk mengurangi rasa sakit akibat kram seperti :

  1. Vitamin B12
  2. Carisoprodol
  3. CCB (calcium channel blockers
  4. NSAID (obat non-steroid anti-inflamasi)
  5. Kalsium
  6. Potasium

Konsultasikan Ke Dokter

Jika anda sudah melakukan pencegahan dan penanganan terhadap kram kaki namun masih merasakan :

  • Menyebabkan rasa tidak nyaman berlebih
  • Terkait dengan pembengkakan kaki, kemerahan atau perubahan kulit
  • Terkait dengan melemahnya otot
  • Sering terjadi
  • Tidak membaik dengan perawatan sendiri
  • Tidak terkait dengan penyebab yang jelas, seperti olahraga berat.

Maka langkah terakhir yang dapat di lakukan sebaiknya melakukan pengecekan medis dan konsultasi terhadap dokter spesialis terkait untuk mendapatkan informasi kesehatan tentang apakah terdapat implikasi dengan penyakit yang lebih serius. Bahkan dapat dikaitkan dengan gangguan neurologis, termasuk penyakit otot (miopati), penyakit saraf (neuropati), penyakit neuron motorik (ALS), dan penyakit parkinson.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *