Kerusakan Saraf Berikan Dampak Buruk Bagi Kesehatan Tubuh

kerusakan saraf dapat terjadi pada siapa saja

Sistem saraf yang tersebar ke seluruh bagian tubuh memiliki peranan penting dalam kehidupan keseharian manusia. Kinerja otak tidak akan maksimal tanpa bantuan sistem saraf. Otak bagi makhluk hidup berperan penting sebagai pusat kinerja seluruh anggota badan. Sehingga penting untuk mewaspadai kerusakan pada sistem saraf tubuh.

Sistem saraf bertugas mengantarkan pesan dari seluruh bagian tubuh ke otak dan sebaliknya. Sebagai contoh, otak mendapat pesan dari salah satu anggota tubuh, misal tangan yang sakit akibat terjepit. Kemudian, saraf-saraf pada kulit tangan mengirim pesan berupa rasa sakit tersebut ke otak. Setelah itu, otak mengirim pesan kembali ke otot-otot untuk menarik tangan dari tempat kejadian. Saraf – saraf yang ada di tubuh berjumlah sangat banyak, milyaran tersebar di seluruh bagian tubuh.

Kelompok Utama Saraf Dalam Tubuh Manusia

  • Saraf sensorik

Berkat saraf sensorik, Anda bisa merasakan segala sensasi yang terjadi pada tubuh, seperti rasa sakit ketika dicubit, juga merasakan manisnya permen, pedasnya cabai, atau pahitnya obat.

  • Saraf motorik

Anda bisa mengontrol gerakan anggota tubuh karena bantuan saraf ini. Biasanya saraf-saraf ini adalah yang membantu kita untuk menggerakan semua anggota tubuh. Terletak di dalam jaringan otot

  • Saraf otonom

Saraf ini mengontrol aktivitas yang terjadi tanpa kita sadari pada tubuh, seperti tekanan darah, pencernaan, detak jantung, dan suhu tubuh.

Sistem saraf juga bisa mengalami kerusakan atau gangguan. Kerusakan pada sistem saraf, walau sifatnya ringan, tetap saja bisa memengaruhi aktivitas keseharian hidup Anda. berikut ini adalah beberapa gejala yang dapat muncul jika sistem saraf rusak :

  • Saraf sensorik

Rusaknya saraf sensorik memiliki gejala-gejala yang mungkin bisa Anda alami. Jika saraf ini rusak yaitu mati rasa, kesemutan, kulit seperti terbakar, tubuh nyeri, atau lebih sensitif, serta gangguan kesadaran akan posisi tubuh.

  • Saraf motorik

Rusaknya saraf motorik mungkin dapat membuat badan lemas, atrofi otot (otot yang mengecil), paralisis atau kelumpuhan (Anda tidak bisa menggerakkan bagian tertentu otot tubuh), atau kedutan.

  • Saraf otonom

Jika saraf ini rusak, Anda bisa mengalami mata kering, konstipasi atau kesulitan buang air besar, keringat berlebih (hiperhidrosis), mulut kering, pusing, tidak mampu merasakan sakit pada dada, gangguan pada kandung kemih, atau disfungsi seksual.

Penyakit Akibat Kerusakan Saraf

Rusaknya sistem saraf pastinya memiliki penyebab yang bisa merusak sistem ini.  Ada banyak. kondisi yang bisa membuat sistem saraf rusak. Hal ini berkaitan dengan beberapa masalah kesehatan yang mungkin Anda alami, seperti:

  • Diabetes
  • Kekurangan vitamin
  • Gangguan elektrolit
  • Kecanduan minuman beralkohol atau narkoba
  • Gangguan suplai darah
  • Pernah mengalami cedera pada kepala dan tulang belakang
  • Keracunan karbon monoksida atau arsen
  • Infeksi otak
  • Parkinson
  • Alzheimer
  • Hepatitis
  • Penyakit kanker
  • Stroke

Pada kasus – kasus tertentu kerusakan pada sistem saraf mungkin dapat terjadi secara lambat dan bertahap. Tetapi ada pula yang terjadi secara tiba-tiba dan membahayakan jiwa.

Kerusakan sistem saraf dalam tubuh pemulihannya tidak seperti pada sel – sel tubuh. Saraf –saraf yang rusak tidak mudah diperbaiki maupun di regenerasikan. Tetapi oleh tim medis atau dokter jika ada yang terkena kerusakan saraf akan diberikan pengobatan yang bisa mengurangi gejala yang dialami.

Penangangan Pertama Jika Terjadi Kerusakan Sistem Saraf

Cara pertama yang bisa dilakukan adalah mengobati kondisi kesehatan yang menjadi penyebab rusaknya sistem saraf. Sebagai contoh, jika Anda kekurangan vitamin tertentu, maka Anda harus memperbanyak asupan yang mengandung vitamin tersebut. Contoh lainnya, jika Anda menderita diabetes, Anda harus mengontrol gula darah, baik melalui pola hidup, maupun menjalani pengobatan dari dokter.

konsultasikan dengan dokter jika terjadi kerusakan saraf pada tubuh Anda

Selain itu dokter juga akan memberikan obat – obatan untuk mengurangi rasa sakit yang ditimbulkan akibat kerusakan saraf. Selain itu, beberapa pilihan lain untuk membantu meredakan rasa tidak nyaman yang dirasakan yaitu melalui akupuntur, meditasi, atau hipnosis.

Terkadang kerusakan sistem saraf tidak diketahui penyebabnya, meskipun dokter sudah menjalani berbagai macam tes. Kondisi ini disebut idiopathic neuropathy. Bagi yang mengalami idiopathic neuropathy, langkah yang bisa diambil untuk mengurangi gejala yang muncul adalah dengan mengubah gaya hidup yang dijalani.

Cara untuk mengubah gaya hidup yang dialami adalah dengan menjaga berat badan dan menerapkan pola makan yang sehat dan seimbang. Imbangi pula dengan istirahat dan olahraga yang cukup untuk mengurangi gejala sekaligus memperkuat otot tubuh Anda. Bagi yang merokok dan sering mengonsumsi minuman beralkohol, berhentilah secepatnya.

Konsultasikan Dengan Dokter Jika Ada Gejala Mengenai kerusakan Saraf

Jika Anda menemui atau merasakan gejala – gejala yang berkaitan dengan kerusakan sistem saraf,  sebaiknya untuk segera periksakan kondisi tubuh Anda ke dokter. Dokter akan memeriksa dan mengecek kondisi badan Anda, dan akan mencari tahu apa penyebab dari tanda – tanda kerusakan sistem saraf yang Anda alami.

Semoga informasi ini dapat membantu Anda menambah pengetahuan bagaimana pencegahan maupun mengetahui gejala – gejala yang ditimbulkan akibat kerusakan sistem saraf.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *