Mengenal Fungsi Saraf Sensorik Di Dalam Tubuh Manusia

saraf sensorik pada tubuh

Sebelum membahas tentang saraf sensorik, ada baiknya mengenal terlebih dahulu apa itu sel saraf. Sel saraf atau neuron merupakan satuan kerja utama dari sistem saraf yang berfungsi menghantarkan impuls listrik yang terbentuk akibat adanya suatu stimulus (rangsang). Jutaan sel saraf ini membentuk suatu sistem saraf. Berdasarkan fungsinya, sel saraf dapat dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu sel saraf sensorik, sel saraf motorik, dan sel saraf intermediet (asosiasi).

Fungsi Saraf Sensorik

Fungsi saraf sensorik yaitu sebagai jaringan saraf yang bertugas menerima rangsangan dari luar tubuh ke dalam otot, kelenjar, dan kulit. Hal ini memungkinkan tubuh memberi respons yang sesuai terhadap rangsangan yang diberikan. Saraf ini bertanggung jawab atas rangsang sentuhan, suhu atau rasa nyeri.

Saraf sensorik termasuk ke dalam sistem saraf perifer atau sistem saraf tepi. Berbeda dengan sistem saraf pusat yang terdapat di dalam otak dan sumsum tulang belakang, sistem saraf perifer atau saraf tepi berada di luar kedua lokasi itu.

Munculnya rasa nyeri yang kita alami juga bagian dari fungsi saraf. Bagian tubuh yang menerima rasa nyeri disebut nosiseptor. Jika kulit Anda bersentuhan dengan benda panas atau dingin, sensasi tersebut akan diterima oleh saraf. Begitu juga dengan rasa perih jika kulit tergores benda yang kasar atau tajam.

Sel nosiseptor memiliki cara kerja yang unik. Aktivitasnya bisa berbeda-beda setiap waktu. Cara sel dalam menerima atau mengolah rangsangan juga berbeda-beda. Hal ini membuat sakit yang Anda rasakan juga berbeda baik sensasi yang dirasakan maupun kualitasnya. Ada rasa sakit yang masih bisa tertahan dan dapat diabaikan, ada yang hanya terasa sakit sedikit, ada juga yang rasanya tak tertahankan.

Kerusakan Saraf Sensorik Dapat Sebabkan Neuropati Perifer

Fungsi saraf sensorik dapat terganggu karena adanya gangguan pada sistem saraf tepi. Kondisi ini dikenal sebagai neuropati perifer. Neuropati Perifer yaitu sebuah kondisi di mana terjadi gangguan pada jalannya rangsang tubuh, sehingga Anda tidak mampu merasakan maupun memberikan tanggapan terhadap rangsang yang ada. Hal ini bisa menyebabkan otot terasa lemas, seperti tidak bertenaga. Sementara, pada kulit, menjadi tidak lagi peka terhadap sentuhan, suhu, atau rasa sakit.

kerusakan saraf sensorik dapat menyebabkan berbagai penyakit dalam tubuh

Tanda dan gejala neuropati beragam. Paling umum seperti kesemutan, kebas, dan kram. Tetapi berbeda dengan kesemutan seperti biasanya yang diakibatkan oleh terlalu lama duduk bersila. Neuropati bisa memunculkan kesemutan atau kram secara tiba – tiba tanpa menekuk kaki.

Neuropati bisa menyerang siapa saja dalam rentan usia berapa pun. Kondisi ini biasanya lebih banyak menimpa perempuan dibandingkan dengan laki – laki. Neuropati sebagian besar disebabkan oleh gaya hidup dan kebiasaan keseharian. Misalkan saja gerakan yang berulang – ulang pada satu posisi seperti mengetik, menjahit, dan lain – lain. Kebiasaan menggunakan sepatu hak tinggi, mengonsumsi minuman beralkohol, merokok, dan terpapar bahan kimia juga bisa menjadi penyebabnya.

Ada pula yang disebabkan karena penyakit kronis seperti kelainan ginjal, atau efek samping obat tertentu seperti antidepresan dan kemoterapi. Termasuk infeksi virus dan bakteri serta penyakit autoimun seperti rheumatoid arthritis dan lupus.

Keluhan pada neuropati perifer biasanya timbul perlahan seiring berjalannya waktu. Mula-mula Anda mungkin akan merasa tangan atau kaki terasa lemas, lalu berlanjut menjadi sulit untuk melakukan gerakan koordinasi, seperti memegang benda, mengancingkan pakaian, atau berjalan. Bahkan dapat menimbulkan gangguan keseimbangan dan juga munculnya luka-luka yang tidak disadari.

Neuropati perifer cukup sering terjadi pada penderita diabetes. Hal ini masuk akal, sebab kondisi gula tinggi dalam waktu yang lama memang dapat merusak fungsi saraf, termasuk fungsi saraf sensorik. Pada kondisi lain, neuropati perifer juga bisa dialami saat mengkonsumsi minuman mengandung alkohol secara berlebihan, mengonsumsi obat-obatan, maupun akibat adanya tekanan atau cedera pada saraf, misalnya akibat kecelakaan, stroke, atau tumor.

Obat Yang Ampuh Atasi Neuropati Perifer

Untuk mengurangi gejalan neuropati sekaligus memperbaiki saraf, Anda hanya perlu mengonsumsi kombinasi vitamin neurotropik B1, B6 dan B12 secara rutin. Serta menjaga pola hidup untuk lebih sehat. Untuk mengetahui dosis vitamin dan pola makanan dan olahraga yang tepat diharuskan berkonsultasi dengan dokter. 

Itulah penjelasan tentang sistem saraf, fungsi saraf sensorik bagi tubuh, dan gejala-gejala pada gangguan fungsi saraf, maka Anda dapat menjadi lebih waspada. Menjaga pola hidup yang sehat dengan mengonsumsi makanan yang sehat, tidak minum beralkohol, tidak merokok serta melakukan olahraga yang teratur adalah beberapa cara agar terhindar dari gangguan fungsi saraf. Langkah – langkah pencegahan lebih baik dari pada mengobati. Jika Anda atau ada orang terdekat Anda mengalami gangguan fungsi saraf bisa langsung berkonsultasi dengan ahli medis atau dokter. Oleh dokter akan dilakukan diagnosis lebih mendalam terkait gejala – gejala yang timbul dan langkah apa yang selanjutnya akan ditempuh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *