Informasi Seputar Gangguan Disleksia yang Harus Dipahami

disleksia

Deddy Corbuzier merupakan public figure yang mengaku jika menderita gangguan disleksia. Pagi masyarakat awam gangguan ini masih sangat asing dikenal. Gangguan ini merupakan gangguan dalam proses belajar, ditandai dengan kesulitan membaca, menulis dan mengeja. 

Penderita akan mengalami kesulitan dalam mengidentifikasi kata yang diucapkan dan mengubahnya menjadi suatu huruf atau kalimat. Ini termasuk gangguan saraf pada otak yang memproses bahasa. Seseorang mengalami gangguan ini tidak mempengaruhi tingkat kecerdasannya. 

Gejala Gangguan yang Umum Muncul 

Gejala munculnya disleksia sangat bervariasi tergantung dari usia dan tingkat keparahannya. Biasanya gejala muncul pada usia 1-2 tahun atau setelah dewasa. Gejala pada balita sulit untuk dikenali. Tetapi ketika anak sudah mulai sekolah, gejala akan terlihat terutama saat belajar membaca. 

Gejala umum adalah perkembangan bicara lebih lambat, kesulitan memahami dan memproses apa yang didengar, sulit dalam menemukan kata untuk menjawab pertanyaan. Gejala lainnya adalah kesulitan mengucapkan kata yang tidak umum, mengeja, membaca, menulis, berhitung dan sebagainya. 

Penyebab dari Gangguan Disleksia 

Hingga saat  ini belum ditemukan secara pasti apa penyebab disleksia. Namun beberapa peneliti telah menyepakati bahwa secara garis besar penyebab disleksia dibagi menjadi dua. Faktor genetik dan juga cedera atau kondisi lainnya.  

1. Genetik 

Penyebab disleksia yang pertama adalah karena genetik, dimana ada cacat pada gen DCD2. Kondisi ini biasanya diwariskan oleh anggota keluarga dan ditandai dengan tidak berfungsinya cerebrum. Cerebrum itu sendiri merupakan bagian otak yang berfungsi untuk mengatur aktivitas berpikir dan bergerak.

2. Cedera atau Kondisi lainnya  

Selain karena faktor keturunan, disleksia juga disebabkan oleh gangguan yang dialami anak setelah dilahirkan. Misalnya cedera otak, trauma, stroke dan sebagainya. Selain itu juga bisa disebabkan oleh bayi lahir prematur, saat masa kehamilan terpapar nikotin, alkohol dan NAPZA.

Pengobatan yang Dianjurkan Kepada Penderita

1. Belajar Detail 

disleksia
Pengobatan Disleksia dengan Metode Belajar Detail

Cara pengobatan disleksia yang pertama adalah belajar secara detail. Artinya anak  diajarkan atau belajar yang dimulai dari satu kata, contohnya “gajah”. Kemudian membacakan kata tersebut dengan keras dan jelas. Setelah itu baru memintanya untuk mengeja huruf yang membentuk kata tersebut.

2. Membangun Rasa Percaya Diri

Perlu ditekankan bahwa seseorang yang mengalami disleksia bukan orang yang bodoh atau terbelakang. Oleh karena itu akan dianjurkan untuk membantunya membangun rasa percaya diri. Hal ini cukup pentingnya supaya penderita tidak pesimis untuk menemukan apa kelebihan yang ada pada dirinya.

3. Terapi Otak

disleksia
Proses Melakukan Terapi Otak

Sampai hari ini dunia medis belum menemukan pengobatan yang tepat untuk disleksia. Salah satu yang bisa dilakukan adalah terapi otak. Terapi menggunakan teknologi gelombang untuk memberikan stimulasi ke otak dengan menggunakan frekuensi gelombang tertentu. 

4. Menggunakan Metode Sensory 

Metode ini juga bisa digunakan untuk pengobatan. Penderita akan diajari cara mengeja dengan melibatkan kemampuan memori visual, pendengaran dan sentuhan. Tujuannya supaya huruf-huruf bisa diingat dalam otak dengan mudah.  

5. Terapi Integrasi Sensori

disleksia
Metode Terapi Integrasi Memori

Ada juga disleksia dengan gangguan dalam proses sensor atau penginderaan seperti kelainan pada mata. Sehingga perlu dilakukan terapi integrasi sensori. Tujuan terapi ini supaya bisa memperbaiki masalah integrasi sensori. Dalam terapi ini, anak-anak akan menjelaskan tentang kesulitan yang dialami.

Itulah penjelasan tentang gejala, penyebab dan cara pengobatan disleksia. Diharapkan penjelasan diatas bisa menambah pengetahuan untuk pembaca semua supaya lebih mengetahui tentang gangguan ini. Semoga bermanfaat bagi para pembaca ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *