Jangan Anggap Sepele Jika Betis Kram Saat Tidur!

Kram Saat Tidur

Saat tidur pernahkah Anda merasakan betis yang kram yang cukup menyakitkan sehingga membuat Anda terjaga dari tidur? Jika pernah, maka sebaiknya memahami apa yang menjadi penyebab dan bagaimana mengatasi betis kram saat tidur.

Kejang otot betis adalah jenis kram otot yang paling sering dirasakan orang pada umumya. Namun tidak menutup kemungkinan anak muda juga mengalaminya. Ibu hamil juga memiliki peluang untuk mengalaminya.

Kuatnya kerutan otot-otot tersebut mulai dari ringan sampai kejang otot (spasme) yang menyakitkan. Kram pada betis juga dapat terjadi dimana saja dan kapan saja. Bahkan saat kita tertidur sekalipun.

Ibu Hamil Rentan Terkena Betis Kram Saat Tidur

Kram Ibu Hamil

Ibu hamil dan Lansia menjadi yang paling rentan mengalami betis kram saat tidur. Menurut Amanda Selk, dokter di Women’s College Hospital di Toronto mengatakan betis kram saat tidur dapat terjadi karena kelelahan yang dialami ibu hamil. Serta adanya tekanan saraf pada kandungan dan rendahnya sirkulasi darah yang terjadi pada kaki.

Untuk dapat mengurangi risiko terkena betis kram saat tidur, ibu yang sedang hamil agar jangan terlalu banyak berdiri atau berjalan kaki terlalu jauh. Selama kehamilan, beban Ibu jadi lebih berat dibanding keadaan normal. Meski dianjurkan untuk jalan kaki tiap dua hari sekali selama 20-30 menit, berjalan kaki terlalu jauh apalagi dengan alas kaki yang tidak nyaman harus dihindari karena bisa memicu kram kaki.

Penyebab Terjadinya Kram Saat Tidur

Ada beberapa hal  yang dapat menyebabkan kita mengalami kram betis saat tidur. Diantaranya adalah

Cedera

Cedera atau penggunaan otot yang berlebihan bisa memicu kotraksi otot yang menyebabkan kram. Cedera ini bisa terjadi saat melakukan aktifitas olahraga, duduk dan berdiri terlalu lama di atas permukaan yang keras, atau posisi kaki yang tidak nyaman saat tidur.

Posisi Tidur Yang Salah

Posisi tidur yang salah menjadi salah satu faktor paling sering menjadi penyebab terjadinya kram betis. Otot yang mengalami kontraksi ketika salah posisi tidur. Karena ketika tidur banyak dari kita tidak mengetahui kegiatan

Kondisi Medis Tertentu

Kondisi medis tertentu dapat memicu terjadinya kram pada kaki, di antaranya infeksi tetanus, penyakit hati, penyakit ginjal, penyakit tiroid, multiple sclerosis, atau penyakit arteri periferal.

Dehidrasi

Saat tubuh mengalami dehidrasi, sel-sel dalam tubuh tidak dapat berkoordinasi dengan baik sehingga menyebabkan gangguan keseimbangan elektrolit yang mengatur kontraksi otot. Pada kondisi ini membuat kontraksi otot menjadi tidak seimbang dan menyebabkan kram pada kaki.

Cuaca Dingin

Cuaca dingin tak jarang menyebabkan kaki kram. Ini karena saat cuaca dingin, pembuluh darah akan mengerut untuk mempertahankan panas di dalam tubuh. Akibatnya, suplai darah ke otot menjadi berkurang. Peredaran darah yang tidak lancar dapat menyebabkan kaki kram. Hal ini terjadi akibat adanya penyempitan arteri yang mengalirkan darah ke kaki, menyebabkan peredaran darah terganggu dan menimbulkan nyeri.

Kekurangan Mineral

Betis kram akan lebih mudah menyerang ketika tubuh kekurangan mineral seperti kalium, kalsium, dan magnesium. Ini karena ketiga mineral tersebut berperan penting dalam menjaga kekuatan tulang dan otot tubuh. Kalium sendiri berperan dalam menjaga fungsi otot, kalsium berperan dalam menjaga kesehatan tulang, dan magnesium berperan dalam menjaga kekuatan dan merilekskan otot-otot tubuh. Kurangnya asupan ketiga mineral tersebut umumnya dialami oleh wanita hamil dengan usia kehamilan di trimester ketiga.

Indikasi Penyakit Kronis dan Berbahaya

Penyakit Akibat Kram Kaki

Meskipun bukan tergolong sebagai penyakit kronis dan berbahaya betis kram saat tidur bisa menjadi indikasi kesehatan seseorang. beberapa kasus yang ada telah dikaitkan dengan penyakit parkinson, penyakit ginjal kronis, diabetes , dan hipotiroidisme.

Meskipun kram betis di malam hari tak selalu menjadi gejala awal untuk kondisi kesehatan ini.

Misalnya, penyakit Parkinson adalah gangguan neurologis yang kadang-kadang dapat menyebabkan iritasi saraf. Walaupun penyakit parkinson pada tahap lanjut dapat menyebabkan kram kaki, tapi ini jarang sekali menjadi keluhan utama.

Penanganan Yang Perlu Dilakukan Jika Mengalami Betis Kram Saat Tidur

  • Hentikan aktivitas dan lemaskan otot
    peregangan ringan seperti menggerakkan kaki atau berjalan perlahan-lahan dapat mengurangi rasa sakit akibat kram.
  • Kompres
    Kompres bisa membantu mangatasi kram. Selain itu, mengombinasikan kompres hangat dengan kompres dingin juga dapat membantu meringankan rasa kram yang terjadi pada betis.
  • Pijat
    Memijat bagian betis yang mengalami kram bisa membantu meredakan kram. Namun, jangan memijat betis terlalu keras karena dapat memengaruhi peredaran darah.
  • Minum air putih
    Minum air putih untuk mengisi cairan tubuh. Cara ini adalah yang paling mudah dan murah. Mungkin membutuhkan waktu yang lebih lama, namun bisa mencegah terjadinya kram lebih lanjut.
  • Konsumsi makanan kaya magnesium
    Untuk mengurangi risiko kram kaki, Anda dapat memakan makanan seperti kacang-kacangan dan biji-bijian, yang kaya akan magnesium. Untuk para ibu hamil, sebaiknya konsultasikan dulu dengan dokter apabila ingin mengonsumsi suplemen ini.
  • Gunakan obat-obatan pereda sakit
    Meski tidak ada obat pasti yang dapat langsung menghilangkan rasa kram pada betis Anda. Dapat mengkonsumsi obat seperti paracetamol atau gel penghilang nyeri, sesuai petunjuk penggunaan yang disarankan.

Jika kram terasa makin berlanjut. Ada baiknya untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut secara medis diperlukan. Untuk mendapatkan informasi medis yang sesuai serta penanganan yang tepat untuk mencegah kemugkinan apakah ada kaitan dengan penyakit yang lebih serius.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *