Amankah Konsumsi Minuman Beralkohol Bagi Tubuh?

beer merupakan salah satu minuman beralkohol

Hidup di perkotaan yang cenderung bebas dalam pergaulan membuat banyak kaum muda menjalani gaya hidup glamor sehingga dekat dengan konsumsi alkohol dalam kegiatan sehari-hari. Dalam bersosialisasi dengan sebaya maupun meeting dengan rekan kerja. Konsumsi minuman beralkohol seakan suatu hal yang lumrah. 

Seperti sudah diketahui sejak dulu minuman beralkohol ditenggarai memberikan dampak negatif bagi tubuh. Badan Kesehatan Dunia PBB World Health Organization (WHO) sendiri mendeskripsikan alkohol sebagai “zat psikoaktif yang telah digunakan dalam berbagai budaya masyarakat dalam waktu yang sangat lama. Penyalahgunaan alkohol dapat menyebabkan dampak penyakit, sosial dan ekonomi beban di masyarakat.”

WHO pada tahun 2016 merilis laporan bahwa alkohol merupakan salah satu penyebab kematian terbesar. Kurang lebih 3 juta orang meninggal pada tahun tersebut akibat konsumsi alkohol yang berlebihan.

Mayoritas penyebab kematian adalah karena gangguan saluran pencernaan 21% dan gangguan fungsi jantung sebanyak 19% sedangkan yang terbesar disebabkan oleh kecelakaan dalam keadaan mabuk sebesar 28%.

Yang menarik adalah lebih dari 70% korbannya adalah pria. Ini membuktikan bahwa umumnya pria memiliki kecenderungan dalam kecanduan alkohol yang lebih tinggi daripada wanita.

Dampak Alkohol Pada Tubuh Manusia

Ketika mengkonsumsi alkohol pada kadar tertentu membuat tubuh mengalami perubahan. Efek langsung yang dirasakan adalah pada 30 menit pertama. Tegukan dari air alkohol akan langsung diserap oleh usus dan semakin menguat selama 60-90 menit selanjutnya jika masih minum terus menerus selama periode tersebut.

Gangguan Pada Jaringan Otak

Secara singkat organ tubuh yang paling berdampak dari pengaruh alkohol adalah otak. Alkohol akan menyerang bagian otak kecil yang dimana mengatur keseimbangan dan koordinasi tubuh. Selain itu juga menyerang jaringan korteks serebral yang bertanggung jawab mengelola kemampuan kognitif, perhitungan dan pengambilan keputusan dan juga bagian amygdala yang mengatur rasa emosional pada pikiran manusia. 

Maka tidak jarang orang yang sedang mabuk mengalami kesulitan dalam berkomunikasi atau memiliki emosi yang tidak stabil. Karena semua jaringan otak tersebut mengalami gangguan akibat alkohol

Penyakit Kronis

Pada tingkat konsumsi yang lebih rutin, kelebihan kadar alkohol dalam tubuh dapat menyebabkan risiko beberapa penyakit kronis. Gangguan fungsi hati adalah yang paling sering terjadi para pecandu alkohol. 

Hal ini dikarenakan hati (liver) berfungsi sebagai penetral racun dalam yang tidak dibutuhkan tubuh, alkohol sendiri memiliki kandungan cairan yang tidak dibutuhkan cukup banyak. Sehingga semakin banyak konsumsi alkohol membuat kerja hati semakin berat sampai pada titik tertentu dapat membuat hati menjadi sakit dan berisiko merusak fungsi hati. Jika fungsi liver sudah rusak, maka tubuh akan dipenuhi oleh racun dan kondisi tubuh akan semakin memburuk.

Selain merusak fungsi hati, konsumsi alkohol juga berbahaya bagi jantung. Karena efek sampingnya adalah meningkatkan detak jantung dan tekanan darah. Semakin banyak konsumsi alkohol juga dapat membuat jantung shock dan berisiko mengalami tekanan jantung hingga gagal jantung.

Mempengaruhi Hubungan Sosial

Seringkali kita mendengar bahwa kecanduan alkohol sangat buruk bagi tubuh kita. Selain buruk bagi tubuh alkohol juga memiliki pengaruh terhadap hubungan sosial seseorang. Para pecandu alkohol cenderung dapat dengan mudah mengabaikan tanggung jawab yang dimilikinya. Baik itu dari sisi pekerjaan, keluarga ataupun lingkungan sekitar. 

mabuk akibat minuman beralkohol dapat merusak hubungan sosial seseorang

Karena alkohol menyerang sistem saraf korteks pada otak yang mengaburkan kemampuan kognitif, interaksi dengan orang lain dan pengambilan keputusan seseorang. Sehingga mereka lebih abai terhadap kenyataan yang terjadi di sekitarnya. Ada banyak kasus dimana seorang yang kecanduan alkohol akhirnya tidak dapat menjalani hidup dengan normal (memiliki masalah) dalam bersosialisasi.

Adakah Batas Aman Dalam Mengkonsumsi Minuman Beralkohol?

Pada beberapa tahun belakangan banyak berita simpang siur yang beredar bahwa mengkonsumsi alkohol dalam jumlah yang telah ditentukan tidaklah berbahaya dan justru memberikan manfaat. Memang alkohol memberikan dampak psikologis yang baik kepada tubuh untuk lebih rileks karena melepaskan hormon endorfin yang membuat kita lebih bahagia. 

Meskipun begitu, tubuh tetap harus berjuang untuk mengolah alkohol yang masuk terutama fungsi-fungsi organ utama yang dilalui oleh alkohol seperti hati, usus, jaringan otak dan jantung. Yang memiliki risiko tinggi mengalami kerusakan akibat konsumsi alkohol. 

Jadi, kesimpulan mengenai adakah batas aman dalam mengkonsumsi minuman beralkohol jawabannya adalah tidak ada toleransi bagi tubuh ketika mengkonsumsi alkohol apalagi ketika meminum alkohol setiap hari. Sudah dipastikan akan merusak organ tubuh secara keseluruhan. Selain itu gaya hidup sehat juga menjadi salah satu solusi bagi Anda untuk menjaga tubuh tetap sehat dan bugar setiap hari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *